Dr H Dudi Sudrajat Abdurachim MT, Koperasi Harus Berbasiskan Teknologi Informasi
Senin, 29 Januari 2018 | 10 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 554 kali
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Dr H Dudi Sudrajat Abdurachim MT didampingi Koordinator Pengawas Koperasi STAP Sony Sasongko dan Ketua Koperasi STAP Aben Rusmana, memotong tumpeng syukuran pada kegiatan RAT Koperasi STAP, Senin (

BANDUNG, medikomonline – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Dr H Dudi Sudrajat Abdurachim MT secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Sinergi Transportasi Pasundan (STAP) di Gedung Gupusmu Jalan Cikutra Depan GOR Citra Kota Bandung, Senin (29/01/2018).

Hadir pada acara, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Drs Kusmana Hartadji MM, Koordinator Pengawas Koperasi STAP Sony Sasongko, Ketua Koperasi STAP Aben Rusmana, serta para anggota koperasi.

Dalam paparannya, Dudi Sudrajat menyatakan pelaksanaan RAT merupakan tanda koperasi dalam kondisi sehat.  RAT sebagai media tertinggi untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang baru atas dasar evaluasi dari perjalanan yang sudah dilalui.

Dudi menekankan, dalam memberikan pelayanan, koperasi harus berbasiskan teknologi informasi (TI). Seperti reformasi koperasi yang disampaikan Presiden Jokowi, tutur Dudi, koperasi harus senantiasa melakukan pendidikan dan pelatihan. Tiada koperasi tanpa IT dan tiada koperasi tanpa transaksi. “Kalau tidak bertransaksi berarti koperasi tidak sehat,” imbuhnya.

Dalam konteks ini, Dudi berprinsip teknologi tidak lagi memiliki waktu untuk melakukan seleksi atas apa saja yang pantas memanfaatkannya. Sebab, teknologi hanya akan mengalami perkembangan. Jika memang perubahan tidak dapat ditawar, maka saatnya semua pihak termasuk UMKM Jawa Barat untuk bangkit bukan melawan kemajuan teknologi, akan tetapi mengikuti dan menguasai teknologi.

Bahkan sekarang, tegas Dudi, RAT online sudah bisa dilakukan. Sudah ada peraturannya. Jadi, RAT online sudah dilegalkan.

Lebih jauh Dudi sangat meyakini koperasi akan mampu mensejahterakan masyarakat. “Kami meyakini, masa depan ekonomi yang akan mensejahterakan kita adalah koperasi. Yang penting kita harus solid. Arah bisnis seperti itu. Kita harus membangun ekosistem. Harus ada orientasi ekonomi dan orientasi sosial,” ungkapnya seraya mencontohkan Barcelona dan Real Madrid saja badan hukumnya koperasi.

Iya, seperti diketahui, klub sepakbola Barcelona menjadi klub koperasi modern yang mampu mengungguli klub Eropa lain yang mayoritas dikelola dengan perseroan. Makanya, Barcelona punya moto more than a club atau lebih dari sekadar klub. Lantaran, sebagai perusahaan koperasi, Barcelona tidak hanya bicara soal olahraga saja. Tapi juga kepedulian dan solidaritas.

Bukan hanya Barcelona, Real Madrid, Atletic Bilbao, dan CA Osasuna juga merupakan klub mapan di Spanyol yang dikelola lewat koperasi juga.  

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila Dr H Dudi Sudrajat Abdurachim MT berharap Persib Bandung juga ke depan dikelola oleh koperasi. ***

(dadan supardan)