Dra Hj Wardatul Arsiah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Selasa, 27 Februari 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 82 kali
Sosialidasi Empat Pilar Kebangsaan di MAN 1 Purwakarta, Selasa (27/2/2018).

PURWAKARTA, Medikomonline- Anggota DPR RI, Komisi 5, Dra Hj Wardatul Arsiah dari Fraksi PPP melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Negara Kesatuan  Republik Indonesia di MAN 1 Purwakarta, Selasa (27/2/2018).

Hadir dalam acara sosialisasi ini, Kemenag Kabupaten Purwakarta H Tedi A Junaedi, Kepala MAN 1 Purwakarta Dra Hj Yayan Irmayani MA dan juga guru-guru di lingkungan MAN 1 Purwakarta.

Selain siswa siswi dari MAN 1 Purwakarta juga hadir perwakilan dari siswa-siswi madrasah swasta, Kabupaten Purwakarta. Sebagai narasumber Dosen STAI Mutaqin DR Hes Mutaqin yang memberikan pemahamana dan penjelasan pada siswa-siswi yang hadir.

Kepala Kemenag H Tedi A Junaedi, dalam sambutannya menyatakan menjaga rasa nasionalisme, menjadi pilar yang tidak bisa ditawar lagi. “Jadi kita harus memahami 4 pilar tersebut, Pancasila, UUD, NKRI, Bineka Tunggal Ika. Sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh Anggota DPR RI ini, hal tinggi yang menumbuhkan kembali nilai-nilai cinta tanah air, bahasa dan banggsa,” ucapnya.

Anggota DPR RI dari Partai PPP, Komisi V, Dra Wardatul Arsiah menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan dalam rangka menumbuhkembangkan kembali semangat dan rasa nasional berbangsa dan bernegara, bagi anak-anak muda terutama siswa siswi dan kita semua yang sudah mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

“Hal ini berkaitan dengan tugas selaku Anggota DPR RI. Sudah seharusnya menyampaikan atau mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” imbuhnya.

Dikatakan tantangan kebangsaan yang dihadapi tentang etika kehidupan berbangsa, masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit, kurang berkembangnya pemahaman atas kebhinekaan dan kemajemukan. Selain itu keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagai pemimpin dan tokoh bangsa, dan tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.

Wardatul Arsiah menegaskan negara yang maju tergantung pada anak-anak bangsa. “Jadi maju mundur negara tidak terlepas peran serta pada pemahaman 4 pilar kebangsaan,” pungkasnya.

(daup h/dadang nasir)