Gubernur Jabar Perjuangkan Pemekaran Daerah di Jabar Selatan
Sabtu, 08 September 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 65 kali
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

BANDUNG, Medikomonline.com – Jumlah penduduk Jawa Barat (Jabar) sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia, dinilai Gubernur Jabar Ridwan Kamil tidak sebanding dengan jumlah pemerintahab daerah yang saat ini hanya terdiri dari 27 kabupaten/kota.

Gubernur Ridwan Kamil menilai perlu ada pemekaran daerah, khususnya di wilayah Jabar bagian selatan. "Jadi akan kita perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar selatan," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (7/9/2018).

Emil membandingkan, Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk 39 juta jiwa memiliki 38 kabupaten/kota. Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk 14 juta jiwa memiliki 33 daerah kabupaten/kota.

"Contoh Sumut jumlah penduduknya 14 juta, daerahnya 33 maka jumlah uang yang munculnya kan jadi 33 kali, kita hanya 27 kali untuk jumlah penduduk yang sangat besar ini," paparnya.

Rencana pemekaran daerah tersebut juga akan diaspirasikannya pada momentum Pilpres mendatang. "Nanti ada momunteum Pilpres kan akan kita aspirasikan," ucapnya.

Gubernur mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Contohnya masyarakat di pelosok yang mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah. "Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan," ujarnya.

Dipilihnya Jabar selatan untuk pemekaran karena menurutnya selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan. Daerah selatan pun alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Apabila pemekaran tersebut terealisasi maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan.

Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Ia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar. "Berapa jumlahnya harus dibahas dulu dengan dewan," ujarnya.

(Penulis: IthinK)