Gubernur Jabar Ridwan Kamil Ajak Suarakan Semangat Damai di Pilpres 2019
Rabu, 12 September 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 69 kali
Deklarasi Bersama dalam Rangka Mewujudkan Pileg dan Pilpres Damai 2019, di Aula Moelyono Mapolda Jabar. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BANDUNG, Medikomonline.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyuarakan semangat damai di Pileg dan Pilpres 2019.  "Mari suarakan semangat damai dan semangat sejuk dalam Pileg dan Pilpres 2019," kata Emil sapaan Ridwan Kamil dalam acara Deklarasi Bersama dalam Rangka Mewujudkan Pileg dan Pilpres Damai 2019, di Aula Moelyono Mapolda Jabar, Bandung, Rabu (12/09/2018).

Menurut Emil, demokrasi multipartai yang dianut sistem perpolitikan Indonesia, maka berbagai partai politik turun berlaga dalam pemilihan umum dan semua memiliki hak untuk memegang kendali atas tugas-tugas pemerintah, baik secara terpisah maupun dalam koalisi.

Lanjut Gubernur, dengan iklim politik seperti itu, semua bergerak dinamis sehingga diperlukan stabilitas dan kondusifitas dalam setiap pergerakan politiknya.

Emil mengatakan, semangat netralitas menjadi kebutuhan dasar dari penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Pada Pileg dan Pilpres 2019, tercatat ada 20 partai yang akan menjadi pilihan rakyat. "Maka semakin banyak partai semakin tinggi dinamika," kata Emil.

Tugas KPU, lanjut Emil, melaksanakan sebaik- baiknya Pileg maupun Pilpres di 2019 karena biaya politik yang dikeluarkan tidaklah sedikit. "Oleh karena itu, dengan biaya yang sangat mahal, syarat nomer satunya adalah stabilitas dan kondusifitas," katanya.

Emil pun menceritakan pengalamannya pada Pilgub 2018. Ia merasa betapa rasa aman itu hadir. Nyaman itu ada, sehingga Jabar layak jadi percontohan proses Pemilu yang luar biasa.

"Ini karena Pimpinan Polda dan Kodam III/ SLW sinergis, dan menjunjung tinggi netralitas sampai ke hari pencoblosan," katanya.

Emil pun menuturkan, saat ini sebuah pertikaian dapat dimulai dari gadget. Berbeda dengan jaman orde baru dulu, bukan pengerahan masa secara masif tapi dari dis-informasi, atau berita bohong.

"Berita bisa bohong, foto bisa diedit, oleh karena itu saya menitipkan para pimpinan partai agar para pendukung jangan menyebar berita yang belum 'verified.' Caranya mudah, ada nggak di media mainstream. Kalau ada news value, pasti dimuat kantor berita," katanya.

Selain itu, berita bohong juga biasanya masuk ke aplikasi WhatsApp. Pihak terkait bisa memonitor dis-informasi tersebut. "Termasuk peran ulama, untuk gencar ceramah yang melarang menyebarkan berita bohong," katanya.

"Pilihlah pemimpin karena punya solusi yang mantap. Kini jamannya demokrasi gagasan, bukan kebencian," sambung Emil.

Emil menyebut, pihaknya akan mendukung dari sisi anggaran untuk KPU, Bawaslu, juga untuk TNI/ Polri, dan institusi lainnya yang terkait dalam pesta demokrasi. Selain itu, pihaknya juga akan siap bertugas dari sisi koordinasi demi suksesnya Pileg dan Pilpres 2019.

"Sampai suatu hari, saya melihat pesta demokrasi seperti pesta budaya, gembira supaya masyarakat tidak bosan," harapnya.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengharapkan Pemilu 2019 di Jabar akan berjalan baik. Menurutnya, sepanjang pengalaman pada penyelenggaraan Pilgub 2018, adalah penyelenggaraan pesta demokrasi yang nyaman.

"Semua tahapannya nyaman, nyaman sekali. Tidak ada hal yang bikin 'pabaliut.' Atas pengalaman yang sangat baik tersebut, menjadi modal bagi kita semua untuk jauh lebih memberikan prestasi yang lebih baik lagi," kata Yayat.

Lanjut Yayat, demokrasi tumbuh subur di tanah Pasundan. Indonesia layak dijadikan acuan bagi proyek demorkasi, sebagai contoh demokrasi damai bagi seluruh negara di dunia.

Sementara Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, dengan deklarasi yang digelar di Mapolda Jabar, berbagai pihak siap menyukseskan Pemilu damai di 2019.

Deklarasi Bersama dalam Rangka Mewujudkan Pileg dan Pilpres Damai 2019 dibacakan bersama para unsur Forkopimda Jabar, Ketua KPU, Kabinda, Ketua MUI, para pimpinan Ormas, pimpinan partai, FKUB, para tokoh masyarakat, dan para tokoh agama.

"Kita mendukung segala upaya pemerintah dalam rangka menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 serta menjaga keamanan dan kedamaian demi keutuhan NKRI," tegas Kapolda.

(Penulis: IthinK)