Gubernur Ridwan Kamil Kumpulkan Sekda Se-Jawa Barat Perkuat Sinergitas Pembangunan
Kamis, 13 September 2018 | 10 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 40 kali
Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Wagub Uu Ruzhanul Ulum dan Sekda Jabar Iwa Karniwa berkumpul dengan sekretaris daerah se-Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BANDUNG, Medikomonline.com – Untuk memperkuat sinergitas pembangunan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota di Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum mengumpulkan sekretaris daerah (sekda) se-Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/9/18).

"Saya mengumpulkan sekda-sekda se-Jawa Barat untuk menginformasikan secara teknis, terkait rencana program- program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu (12/9/18).

Gubernur ingin pemerintahan di lingkup Jawa Barat berjalan inovatif dan kolaboratif. Kebersamaan antara pemkab/pemkot dan pemprov harus betul-betul sinergis, sebab tujuan akhir dari pembangunan yakni kesejahteraan masyarakat. Sehingga, perlu adanya penyelarasan pembangunan agar benar-benar memberi banyak manfaat untuk kesejahteraan warga Jabar.

"Kepada mereka-mereka yang sudah mendapatkan rencana program, tentulah harus responsif menyiapkan. Misal kalau ingin alun-alun, ya tanah harus siap, ingin mengembangkan 'smart city' di pelayanan publik siapkan fasilitasnya, pariwisata silahkan siapkan, kalau mau renovasi pasar silakan juga dipersiapkan," kata Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

Lanjut Emil, demi komunikasi yang lebih rileks, pihaknya akan memanfaatkan teknologi dengan membentuk Whatsapp Group antarsekda, antarkepala daerah. "WA Grup antarsekda dibentuk, antardaerah dibentuk. Insyaallah koordinasi bisa lebih lancar," katanya.

Emil harapkan, Desember 2019, bisa terlihat jejak -jejak program Gubernur yang mulai dilaksanakan. Contohnya, Jumat atau Senin pekan depan, tim cepat tanggap (Jabar Quick Response) akan mulai bekerja.

"Nanti tim ini akan merespon masalah kemanusiaan seperti kesehatan, rumah runtuh, pasien rumah sakit yang kurang biaya. Sehingga masyarakat merasakan pemerintah benar-benar hadir di tengah mereka," katanya.

(Penulis: IthinK)