Jalan Utama Desa Ridomanah Rusak Parah
Senin, 29 Mei 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 164 kali
Jalan Desa Ridomanah rusak parah. (Manah Sudarsih / Medikom)

BEKASI, Medikomonline.com - Jalan utama Desa Ridomanah Kecamatan Cibarusah menuju batas Desa Medalkrisna Kecamatan Bojongmangu sudah dua tahun rusak berat. Diperparah lagi awal tahun ini musim hujan yang ekstrim sehingga jalan tersebut tambah rusak dan sangat mengganggu aktifitas warga dan aparatur desa. Seharusnya Dinas PUPR Bekasi segera memperbaikinya, dan jalan tersebut kembali diusulkan di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Salah seorang tokoh pemuda Desa Ridomanah Ma’mun mengatakan, rekanan pemda yang membangun jalan tersebut disinylir asal jadi dan mengeruk keuntungan untuk pribadinya sehingga kondisi jalan makin rusak parah dan riskan kecelakaan. Seharusnya pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas PUPR-nya tegas dan tak pandang bulu terhadap pemborong atau rekanan yang nakal. "Ke depannya Dinas PUPR serta warga pun harus mengawasi setiap pelaksanaan pembangunan yang dilakukan Pemda, maka tahun ini segerakanlah perbaikan agar tak terjadi kecelakaan,” katanya pada Medikom, Jum’at (26/5).  

Katanya lagi, buktinya kendaraan roda empat dan dua yang melintas jalan tersebut ada yang mengalami kecelakaan. Apalagi jalan tersebut jalan alternatif menuju Kecamatan Bojongmangu.  “Saya sebagai tokoh pemuda yang mewakili warga meminta jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki, agar pengguna jalan termasuk warga Desa Ridomanah jadi nyaman dalam beraktifitas menggunakan jalan tersebut," terangnya.

Kepala Desa Ridomanah Saef Karwita meminta, semua rekanan atau pemborong yang akan mengerjakan proyek jalan Desa Ridomanah harus memiliki tangggungjawab dan konsekuensi tinggi terhadap hasil pekerjaannya. Sehingga fasilitas jalan yang dibangun baik kualitasnya. Jangan sampai warga desa menjadi marah dan emosi terhadap pemborong dan rekanan yang nakal. “Padahal anggaran yang dikucurkan lebih tinggi dari kabupaten/kota lainnya. Pasti pemborong diuntungkan,” pungkanya.   (manah)

(penulis: Manah/Editor: Mbayak Ginting)