Masyarakat Desa Batulayang Peringati HUT Ke-73 RI dengan Arak Jampana
Minggu, 19 Agustus 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 141 kali
Kegiatan HUT Ke-73 RI di Desa Batulayang Kecamatan Cililin Kab Bandung Barat.

BANDUNG BARAT, Medikomonline – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat tersa di tingakat Desa Batulayang Kecamatan Cililin. Sudah lama rasanya kegiatan peringatan HUT RI tidak dirayakan di tingkat desa. Hampir lebih dari 10 tahun kegiatan seperti ini tidak dilakukan oleh Pemerintah Desa Batulayang Kecamatan Cililin,” ungakap salah satu warga di arena lapang bola Palawijo Desa Batulayang Kp Lewinutug, Jumat (17/08/2018).

Peringatan Hari Kemerdekaan RI dan upacara dipimpin oleh Kepala Desa Batulayang dengan peserta upacara masyarakat, Rt, RW, PKK Desa, para kader dan siswa siswi dari mulai tingkat TK, SD, MI, hingga MTs juga ikut dalam upacara.

Peringatan HUT RI terasa meriah dengan berbagai kreativitas warga Batulayang dan festifal jampana. Ada lebih dari 20 jampana yang dihias khusus dibuat oleh para RT dan RW se Desa Batulayang. Bukan hanya itu, beberapa teatrikal yang menggambarkan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan tahun 1945 juga ikut meramaikan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di tingat Desa Batulayang.

Ketua RW 03 Fahrudin kepada medikomonline di lokasi kegiatan membenarkan kalau kegiatan HUT RI sudah lama tidak dilakukan di tingkat desa. Di masa kepala desa sekarang yang sudah 2 periode, perayaan HUT RI baru dilakukan kali ini.

“Jadi baru tahun ini diadakan saat kepala desa mau mengundurkan diri dari jabatan kadesnya karena ikut dalam pencalonan anggota DPRD KBB dengan anggaran swadaya dari masyarakat dan di masa jabatan kepala desa sudah mau berakhir tahun depan,” tuturnya.

Lanjut Fahrudin, ada anggaran untuk pembuatan jampana dari karang taurna desa hanya Rp 300.000 per RW. Padahal habis lebih dari Rp1 juta. “Walau tidak cukup anggaran dari karang taruna desa, dengan berbagai cara kita maksimalkan demi hari kemerdekaan Negara kita tercinta. Dan warga sangat antusias dengan adanya kegiatan yang sudah lama tidak dirayakan di tingkat desa ini,” imbuh Fahrudin.

Masih menurut Fahrudin, kegiatan perayaan kemerdekaan harus terus dilakukan di tingkat desa. Karena ini menjadi ajang untuk memacu kreativitas generasi muda di Desa Batulayang. Kalau dulu harus berjuang mengorbankan nyawa, sekarang ga usah harus mengorbankan nyawa. Cukup dengan mengorbankan sedikit harta untuk memperingati hari kemerdekaan dengan berbagai kegiatan guna mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjuang memerdekakan bangsa.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RW 06 Asep Solehudin. Kepada medikomonline, Asep mengatakan persiapan pembuatan jampana di tingat RW ini mendadak, kurang dari satu minggu. Ia diinformasikan akan ada acara peringatan hari kemerdekaan di tingkat desa oleh Ketua Karang Taruna Desa Fahri, dan harus membuat jampana di masing-masing RW. “Kita dikasih anggaran untuk pembuatan jampana sebesar Rp 300.000 oleh karang taruna desa,” ujar Asep.

Ia berharap, ke depan kalau kegiatan seperti ini mau dilakukan rutin di tingkat desa, karang taruna desa atau pemerintah desa harus menganggarkan yang cukup dan jangan mendadak. Dengan demikian, pihaknya bisa merencanakan kegiatan secara maksimal. “Lihat saja persiapan panitia yang tergesa-gesa. Tidak ada petugas kesehatan di lapangan saat upacara. Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang menyangkut medis karena kegiatan ini melibatkan anak-anak dan siswa siswi sekolah. Seharusnya ada petugas medis yang siaga di lokasi upacara untuk menjaga hal tersebut,” kata Asep.

Sementara saat dimintai keterangan, Ketua Karang Taruna Karya Wiguna Desa Batulayang Kecamatan Cililin sekaligus penggagas acara karnaval peringatan HUT Ke-73 RI tingkat Desa Fahri mengatakan  kegiatan ini mamakai anggaran karang taruna desa sebesar Rp10 juta, tanpa potong pajak. Para RW dikasih Rp 300 000 untuk membantu pembuatan jampana.

“Ke depan belum tentu kita bisa laksanakan lagi. Karena sejauh ini belum ada anggaran stimulan dari kecamatan dan kabupaten untuk karang taruna Desa Batulayang. Dengan keterbatasan ini kita berharap karang taruna sekarang baru terbentuk kurang dari satu tahun bisa eksis dalam berbagai kegiatan kepemudaan diawali dengan kegiatan hari kemerdekaan ini. Tujuannya untuk membangun kembali jiwa nasionalis masyarakat Batulayang serta untuk menggali potensi kereativitas pemuda di masing-masing RW,” ungkap Fahri.

Dikatakan ada sekitar 20 jampana dari tingkat RW yang diarak ke lapang bola Desa Bataulayang dan beberapa kreasi seni budaya yang mencerminkan potensi wilayah Desa Batulayang. Mulai dari jampana yang diisi nasi tumpeng lengkap dengan sayur, jampana berbentuk ikan patin, perahu kecil yang mencerminkan sektor pertanian dan perikanan mendominasi dalam perekonomian masyarakat Batulayang yang berada di sekitar Waduk Saguling.

Sementara Kepala Desa Batulayang Beben dalam sambutannya mengatakan, semangat prokalmasi diserukan pertama kali oleh Bapak Proklamator Bangsa Indonesia yang juga Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno.

Kemerdekaan yang diraih penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, jelas Beben, bukan hanya saja pengorbanan harta, tetapi nyawa para pejuang bangsa gugur yang harus dijaga dan dikenang bersama jasa-jasa para pahlawan. Kemerdekaan ini merupakan perwujudan persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi kekuatan.

Untuk itu, hormati jasa-jasa para pahlawan dengan cara merayakan kemerdekaan Rebuplik Indonesia dengan kebersamaaan. Sebagai generasi yang tidak ikut memperjuangkan kemerdekaan tapi harus menjaga keutuhan bangsa, jangan mudah terprovokasi.

“Mari kita jaga kerukunan di Desa Batulayang ini. Ada 44 RT dan 17 RW di Desa Batulayang. Saya selaku kepala desa dan pempimpin upacara mengucapakan terimakasih kepada seluruh masyarakat Batulayang dan peserta upacara mulai dari para kepala sekolah dan siswa siswi se Desa Batulayang, ibu dan bapak guru, BPD, apartur desa, RT, RW dan semua masyarakat yang hadir pada peringartanan hari kemerdekaan ini mari kita bersatu jaga kerukunan masyarakat Batulayang,” ungkapnya.

(k fauzi r/Editor: dadan supardan)