A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Normalkan Harga, Pemkot Bandung Siapkan 300.000 Ekor Ayam Per Hari 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ilustrasi

BANDUNG, Medikomonline.com - Pemerintah Kota  Bandung bertekad menurunkan harga daging ayam di pasar-pasar tradisional. Untuk itu, Pemkot Bandung menyediakan 300.000 ekor ayam per hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Dengan demikian, diharapkan harga daging ayam bisa kembali normal. 

“Kita akan menurunkan harga pangan di Bandung. Alhamdulillah, dengan turunnya Satgas Pangan harga ayam ras di pasar tradisional di Kota Bandung turun mendekati harga normal,” ungkap Penjabat Sementara Wali Kota Bandung Muhamad Solihin di Balai Kota Bandung, Selasa (22/5/2018).

Penyediaan pasokan ayam itu hasil kerja sama Pemkot Bandung dengan penyedia daging ayam. Dengan cara ini, diharapkan harga ayam bisa turun hingga Rp 33.000.

Perlu diketahui, harga daging ayam rata-rata di pasar tradisional di Kota Bandung per 22 Mei 2018 berada di angka Rp 38.600 atau  turun Rp 1.400 dari sebelumnya Rp 40.000. Harga tersebut diperoleh berdasarkan survei di delapan pasar, yaitu Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Ancol, Pasar Palasari, Pasar Ciwastra, dan Pasar Ujungberung.

PD Pasar Bermartabat yang mengelola pasokan ayam akan menyalurkan langsung ke pedagang di seluruh pasar tradisional. Para pembeli bisa menikmati ayam yang telah diolah dan dibekukan dengan teknologi yang aman dan higienis. Sedangkan Pemkot Bandung akan secara langsung mengawasi operasional pengolahan ayam potong tersebut.

“Harus diyakini ayam beku yang dijual adalah ayam yang higienis, dari sisi keamanan bisa terjamin, dari sisi kehalalan dijamin karena kami mengawasi langsung di rumah potong ayam,” tegas Solihin.

(Penulis: Dudi/Editor: Mbayak Ginting)