Pemprov Jabar Gelar West Java Coffee and Art 2018
Kamis, 10 Mei 2018 | 17 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 42 kali
Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Jawa Barat Sonny S Adisudarma (tengah) memberikan penjelasan tentang acara West Java Coffee and Art 2018. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BANDUNG, Medikomonline.com –Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggelar West Java Coffee and Art 2018 di halaman Gedung Sate dan Jalan Diponegoro Kota Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu (11-13/5/18). West Java Coffee and Art 2018 diselenggarakan Pemprov Jabar berkolaborasi dengan HUT Bank bjb ke-57. 

Dalam acara ini, warga Jabar dapat menikmati suguhan teh dan kopi asal Jabar yang dipadukan dengan hiburan tradisional dan kontemporer, serta kemeriahan suasana yang melibatkan para petani kopi Jabar, petani teh, pegiat ecovillage Sungai Citarum, para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), komunitas hobi, dan komunitas seni budaya Jawa Barat.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Jawa Barat, Sonny S Adisudarma mengatakan, untuk keperluan persiapan dan pelaksanaan, pihaknya memohon pemakluman dan permohonan maaf kepada warga yang berkepentingan atas penutupan Jalan Dipenogoro mulai  dari Kamis hingga Minggu (10-13/5/18) dan efek yang ditimbulkannya. 

“Selain ada penutupan jalan, kehadiran para pengisi acara dari berbagai lapisan dan daerah juga pasti tumplek semua di hari-hari tersebut. Pada Sabtu, akan digelar juga karnaval atau parade budaya dari bank bjb. Kami selaku panitia juga mengundang warga Bandung dan Jabar umumnya untuk hadir dalam kemeriahan West Java Coffee and Art ini,” kata Sonny di Gedung Sate, Rabu (9/5/18). 

Menurut Sonny, tidak hanya warga Jabar yang akan hadir, Gubernur Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) diagendakan menghadiri Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018 pada Jumat (11/5/18) di gelaran yang sama. 

Ia mengatakan, Harmoni Budaya Jawa Sunda 2018 akan digelar pada Jumat pagi, disusul dengan rangkaian acara pembukaan West Java Coffee and Art 2018 pada pukul 13.00 WIB. 

“Di panggung utama ini juga akan ada penyerahan berbagai penghargaan seperti Gerobak Start Up dari Dinas Indag, Inovasi Pelayanan Publik 2018 dari Biro Organisasi, dan Penyerahan Badan Hukum Koperasi Ngopi Saraosna serta Peluncuran Command Center yang dikelola Diskominfo Jabar. Penting juga disampaikan, ada lelang kopi yang digelar,” paparnya di Gedung Sate, Rabu (9/5/18). 

Sonny menjelaskan, di West Java Coffee and Art 2018 terdiri dari island atau area yang merupakan kolaborasi dari kegiatan perangkat daerah. Island tersebut terdiri dari Ngopi Saraosna Vol. 5 dari Biro Humas dan Protokol dan Biro Umum Setda Jabar; Tea Festival dari Dinas Perkebunan Jabar; West Java Coffee Festival (WJFC) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar. 

“Selain itu ada juga Island UMKM dari HUT bank bjb ke-57, area komunitas, jamboree ecovillagers binaan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, serta sunatan massal, nikah massal, karnaval persembahan bank bjb berkolaborsi dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Jabar di hari Sabtu (11/5/18),” jelasnya. 

Gambaran tenant, katanya, terdiri dari Ngopi Saraosna 50 tenant, WJFC 15 tenant ditambah para finalis Start Up Bisnis Kopi 10 tenant, Bazaar Bank bjb 50 tenant, UMKM binaan Bank bjb 50 tenant, komunitas 14 tenant, PHRI 8 tenant, komunitas otomotif bjb 100 mobil (di hari minggu), food truck 10 mobil. Dua tenant dari negara/sister province yakni Australia Selatan dan Shizouka juga turut meramaikan venue.

“Enam negara sahabat undangan yaitu Sudan, Maroko, Australia, Korea Selatan, Belgia dan Algeria juga telah mengonfirmasi kehadirannya, sekaligus ada acara gathering bersama pak gubernur di akhir masa jabatannya ini,” tambah Sonny. 

Selama dua hari ini, sejumlah artis dan musisi papan atas telah siap memeriahkan acara. Sebut saja PADI Reborn, Sheila Majid, Pusakata, Mustache and Beard, dan Diskoria. “Sajian hiburan tradisional persembahan Pemuda Literasi Bandung akan memeriahkan Jumat malam, Wayang Golek Padepokan Giri Jinawi Raharja dengan Dalang Asep Kamawijaya,” paparnya. 

(Penulis: IthinK)