Perayaan Paskah GBKP Bandung Timur Dimeriahkan dengan Olahraga Ceria
Minggu, 16 April 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 420 kali

BANDUNG, Medikomonline.com - Ratusan jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Bandung Timur menghadiri ibadah kebaktian Hari Paskah di gedung Gereja GBKP Bandung Timur, Jalan Kawaluyaan Bandung, Minggu, (16/4/2017). Kebaktian Paskah kali ini beda dengan biasanya, karena kebaktian dimulai hari Minggu subuh, pukul 04.00 WIB.

Meskipun sang fajar dari timur belum menampakkan dirinya, para jemaat dengan penuh sukacita sudah berdatangan ke gereja sebelum pukul 04.00 WIB. Anak kecil dan remaja yang dibawa orang tuanya ke gereja di subuh hari yang masih gelap, juga merindukan Hari Paskah ini. Anak sekolah minggu ini nanti akan mendapatkan telur Paskah.

Irama musik lagu pujian khas Karo pun mengiringi prosesi Pendeta beserta Penatua/Diaken memasuki ruang ibadah. Pendeta Ephenetus Tarigan meminpin kebaktian Hari Paskah ini. Tema Hari Paskah ini “Jangan Takut, Yesus Sudah Bangkit”. Khotbah diambil dari Kitab Yohanes 20:1-18.

Dalam khotbahnya, Pendeta mengatakan, kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga telah menyelamatkan manusia. “Jangan takut, Yesus telah bangkit,” ujar Pendeta kepada jemaat GBKP Bandung Timur.

Dalam ibadah Paskah yang berlangsung penuh dengan sukacita di subuh hari yang dingin dan sejuk ini, ditampilkan atraksi Kesaksian Peristiwa Kematian dan Kebangkitan Yesus yaitu Yesus dijatuhi hukuman mati dan disalib di Bukit Golgota, dan Kesaksian tentang kuburan kosong oleh Maria dan perempuan-perempuan yang pergi ke kubur Yesus.

Lagu pujian dan koor juga diperdengarkan dengan merdu oleh Padua Suara GBKP Bandung Timur, Moria (jemaat kaum ibu-red) dan  mamre (jemaat kaum bapak-red).

Usai ibadah Paskah pada pukul 06.30 WIB,  Panitia Perayaan Paskah telah menyediakan sarapan pagi Nasi Soto Madura yang lezat beserta hidangan teh manis dan kopi dengan aroma alaminya yang khas.

Panitia kemudiaan melanjutkan perayaan Paskah dengan menggelar pertandingan olahraga ceria sperti lomba lari karung, njujung lau (membawa air di kepala-red), memasukkan paku ke botol, halma dan juga stand up comedy. Pertandingan ini dipimpin Panitia, Aksi Karo-Karo dan Nirwan Bangun.

Pertandingan lomba lari karung yang diikuti mamre berlangsung dengan meriah. Jemaat bersorak sorai dan bertepuk tangan memberikan semangat kepada para peserta yang berlari dan sebagian lompat dalam karung.

Ketika berlari dan melompat dalam karung, ada beberapa yang jatuh berguling. Bahkan, ada juga peserta lomba karung ini ketika sedang berlari, ternyata karungnya jebol. Seperti halnya yang dialami peserta lomba Edison Perangin-angin. Suasana ini semua justru menambah sukacita para jemaat yang menonton.

Tidak kalah seru juga lomba erjujung lau yang diikuti oleh moria. Peserta lomba membawa air dalam ember di atas kepala sambil mengangkat satu ember berisi air. Serunya, ember berisi air di atas kepala ini tidak bisa dipegang dengan tangan ketika sedang berjalan atau berlari menuju garis finish. Tidak sedikit juga peserta basah kuyup karena air yang di atas kepala mereka tumpah.

(Penulis: IthinK)