Reaktivasi Jalur Kereta Api, Ridwan Kamil Ingin Mengembalikan Budaya Naik Kereta Api di Jawa Barat
Kamis, 13 September 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1031 kali
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BANDUNG, Medikomonline.com – Reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat menguntungkan masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang serta aksesbilitas yang semakin mudah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro dan jajarannya di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (12/9/18).  

Selain reaktivasi jalur kereta api, Ridwan Kamil juga ingin dibangun stasiun-stasiun baru di titik- titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian untuk memecah kepadatan. "Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana- mana bisa naik kereta karna nyaman dan terintegerasi," harap Emil.

PT KAI tengah memfokuskan kembali rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. Ada empat jalur kereta api yang akan dihidupkan kembali, di antaranya jalur Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, jalur Garut-Cikajang, jalur Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan jalur Rancaekek-Tanjungsari.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, rencana reaktivasi jalur kereta api membutuhkan dukungan dari Pemprov Jawa Barat. Khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun- tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.

“Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi,” kata Edi.

Proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

(Penulis: IthinK)