Tambal Jalan 20 Menit, Gubernur Siapkan Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan Berteknologi Khusus
Kamis, 04 Oktober 2018 | 17 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 76 kali
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminpin Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate Bandung. (Foto: Ist/Hms Jbr)

BANDUNG, Medikomonline.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah menyiapkan Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan. Menurut rencana unit ini akan direalisasikan pada tahun anggaran 2019.  

Nantinya, unit ini akan ditugaskan menambal jalan- jalan berlubang di Kabupaten/ Kota di Jawa Barat, dengan teknologi khusus. Teknologi ini memungkinkan proses penambalan jalan dapat selesai dalam kisaran waktu 20 menit saja.

"Tadi dengan Dinas Bina Marga, kita akan mulai launching Unit Reaksi Cepat Tambal Jalan, di level Provinsi. Kita akan pakai alat canggih bisa nambal dalam 20 menit kira-kira," ungkap Gubernur Ridwan Kamil usai Rapat Pimpinan (Rapim), di Ruang Rapat Papandayan Gedung Sate Bandung, Selasa (2/10/18).

Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan, inovasi yang disiapkannya adalah untuk menjawab komplain masyarakat terkait jalan- jalan bolong, yang butuh penanganan cepat untuk diperbaiki.

Ke depan, Emil pun berencana akan menghibahkan alat penambal jalan tersebut ke kota/kabupaten yang membutuhkannya. "Sehingga, kota/ kabupaten bisa langsung melayani bila ada komplain masyarakat terkait jalan berlubang," katanya.

"Untuk detail teknis, masih kita perbincangkan. Pokoknya tiga bulan ini kita terus mengkaji. Tahun 2019 kita mulai ngabret!" ujar Emil.

Masih terkait persoalan jalan, Emil mengungkap pihaknya juga akan segera merealisasikan pemasangan roller barrier, atau pagar pembatas berbentuk tabung silinder, yang bisa berputar. Pagar pembatas ini, diklaim lebih aman karena bisa menyerap energi benturan dan kemudian menjadi energi rotasi sehingga kendaraan bisa kembali terdorong ke jalurnya.

Diharapkan pemasangan roller barrier ini, bisa mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas. Adapun roller barrier, akan diterapkan di jalan raya antarkota antarprovinsi yang berliku.

Kemudian, lanjut Emil, pihaknya juga tengah mengkaji penambalan jalan sampai ke desa-desa, yang mungkin bisa dilaksanakan oleh pihak swasta. "Dalam hal ini, yang tertarik adalah PT Adhi Karya," katanya.

"Jadi jalan aspalnya mulus, terus kita cicil membayar ke mereka dalam sekian tahun. Ini komitmen rekayasa keuangan agar ekonomi Jawa Barat bisa jalan. Kemudian saya perintahkan membuka jalur-jalur baru lagi ke Jabar Selatan," tambah Emil.

Tak hanya itu, Gubernur Emil juga berencana akan menyentuh jalur di Jawa Barat bagian Selatan. Ia menilai, masih diperlukan tambahan akses untuk memperlancar aksesibilitas di sana

(Penulis: IthinK)