Terkait Pengurangan Volume Aspal, Kepala UPTD PJJ III Agus Budiono Nilai Hamparan Hotmix Penuhi Spesifikasi Kemantapan Jalan
Jumat, 07 September 2018 | 16 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 964 kali
Pekerjaan hotmix pada Rehabilitasi Jalan Subang - Batas Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang. (Foto: Medikomonline)

BANDUNG, Medikomonline.com – Hasil pekerjaan hotmix yang dihampar pada Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang (2,480 Km) dinilai Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Pelayanan III Agus Budiono ST MM telah memenuhi spesifikasi kemantapan jalan.

“Hasil pekerjaan hotmix yang dihampar terhadap kekuatan dan kemantapan jalan memenuhi spesifikasi dari hasil pengujian quality yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa dan konsultan pengawas,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya kepada Medikom, Rabu (5/9/2018). Keternagan ini disampaikan terkait adanya pengurangan volume aspal Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang seperti yang ditemukan dalam Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2017.

Terkait temuan pengurangan volume aspal Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Dengan Tujuan Tertentu Atas Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Agus menjelaskan, pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPK adalah audit terhadap pelaksanaan pekerjaan yang telah selesai. “Pengambilan sampel untuk audit yang dilakukan oleh BPK, berbeda terhadap pengambilan sampel pada saat pembayaran,” kata Agus.

Menurutnya, pembayaran volume pekerjaan Laston Lapis Aus (AC WC) Levelling sesuai volume yang dihampar dan kuantitas yang diukur untuk pembayaran sesuai spesifikasi dan gambar rencana. “Dengan tebal nominal minimum 4 cm (toleransi tebal ± 3,0 mm). Pengambilan benda uji inti (core) tersebut diambil, diperiksa dan dihitung bersama antara penyedia jasa dan konsultan pengawas,” ujar Agus.

Meskipun pengambilan sampel untuk audit yang dilakukan oleh BPK berbeda terhadap pengambilan sampel pada saat pembayaran, namun Agus mengakui, pihaknya telah mengembalikan kerugian keuangan negara atas pengurangan volume pekerjaan Laston Lapis Aus Leveling pada Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang sebagaimana yang disarankan oleh BPK. Pengembalian uang kerugian negara ini dilakukan UPTD PPJ Wilayah Pelayanan III ke Kas Daerah Pemprov Jabar pada akhir Januari 2018 lalu.

 

Peringatan Komisi IV

Sebelumnya Komisi IV DPRD Jabar memberikan peringatan kepada Kepala UPTD PJJ Wilayah Pelayanan III Agus Budiono ST MM terkait banyaknya pengurangan volume pekerjaan jalan aspal dalam proyek tahun anggaran 2017. Salah satunya terjadi pada Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang (2,480 Km) dan beberapa proyek jalan lainnya.

“Kami mengingatkan agar penyimpangan seperti ini tidak terjadi lagi pada tahun-tahun mendatang. Bukan hanya pada pengerjaan jalan, melainkan pada semua pekerjaan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady kepada Medikomonline.com di Bandung, Kamis (30/8/2018).

Daddy menegaskan, Komisi IV sudah meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Perumahan Rakyat Jawa Barat untuk menindaklanjuti semua hasil temuan BPK. “Hal itu juga yang kemudian menjadi salah satu Rekomendasi Pansus LKPJ,” ujar tokoh Partai Gerindra Jawa Barat ini.

Menurut Daddy, peringatan kepada Kepala UPTD PPJ Wilayah Pelayanan III disampaikan karena banyaknya pengurangan volume pekerjaan jalan tersebut. “Pada prinsipnya tidak boleh terjadi pengurangan volume pada pekerjaan apapun. Hal ini pasti akan berpengaruh pada kualitas pekerjaan. Ujungnya, hal itu akan berdampak pada angka kemantapan jalan tersebut. Ini berlaku untuk semua ruas jalan, bukan hanya yang secara kebetulan diperiksa BPK,” tegas Daddy.

Dengan banyaknya terjadi pengurangan volume pekerjaan jalan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III ini, Daddy menjelaskan, bisa disebabkan oleh lemahnya pengawasan pejabat terkait dan kontraktor yang nakal. “Bisa jadi dua-duanya. Bisa jadi juga kondisional. Jalan di kita ini kerataannya tidak selalu 100 persen ideal. Saya belum tahu pasti faktor mana yang lebih dominan yang memungkinkan terjadinya hal itu,” kata Daddy yang merupakan wakil rakyat dari Partai Gerindra asal Dapil Cirebon-Indramayu tersebut.

Proyek Rehabilitasi Jalan Subang - Bts. Kab. Bandung/Kab. Subang (2,480 Km) dikerjakan oleh kontraktor PT. Bara Nugraha dengan nilai Rp4,3 milyar.

(Penulis: IthinK)