Akses Non Tol Menuju Bandara Kertajati Sudah Bisa Difungsikan Mei 2018
Selasa, 24 April 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 55 kali
Pembangunan fisik aksebilitas non-tol BIJB ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (Foto: Ist/Hms Jbr)

MAJALENGKA, Medikomonline.com – Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan, pembangunan akses non tol ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)  sekarang ini sudah mencapai 50 persen lebih. "Diharapkan bulan depan sudah bisa difungsikan," kata Dedi di Majalengka, Jumat (20/4/2018).

Pembangunan fisik aksebilitas non-tol BIJB ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Panjangnya mencapai 1,8 kilometer dengan lebar 50 meter. Capaian sampai pertengahan April 2018 ini, pembangunan fisik jalan berupa akses non-tol sudah lebih dari 50 persen.

Pengerjaan fisik dilakukan setelah 24 hektar lahan yang dibutuhkan selesai dibebaskan pada Desember 2017 oleh Pemprov Jabar. Lahan ini juga berdiri di atas bidang milik Pemprov Jabar.

Menurut Dedi, akses bukan tol ini cukup vital karena akan menjadi penghubung langsung jalur arteri Kabupaten Majalengka menuju lokasi bandara. Akses ini lokasinya berjarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol Kertajati. 

"Akses non-tol adalah akses utama karena itu menjadi akses yang dibutuhkan untuk aksesibilitas," ungkapnya.

Kaitan dengan aksebilitas menuju Bandara Kertajati ini, lanjut Dedi, integrasi juga akan terhubung dengan Tol Cipali. Pemprov Jabar saat ini masih melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan sepanjang 2,4 kilometer. Keberadaannya akan terhubung langsung dengan interchange di kilometer 157 Tol Cipali. Diperkirakan fisik pembangunan tol tersebut dimulai 2019 sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu.

 

Integrasi transportasi umum

Sebelum jalur kereta api terintegrasi dengan Bandara Kertajati, aksebilitas transportasi berbasis jalan raya juga sedang dipersiapkan Dinas Perhubungan Jabar. Sejauh ini akses menuju Kertajati baru satu yang dipersiapkan, yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Bandung ke Indramayu atau sebaliknya. Rute itu menempuh Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati-Indramayu.

Untuk menambah fasilitas angkutan ke Kertajati dari Bandung dan Cirebon, rute baru dipersiapkan dengan transportasi Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP). Untuk kemudian kabupaten/kota lainnya menyusul. "Rutenya sementara ini (Bandung dan Cirebon) bisa memakai Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali," ujarnya.

Lanjut Dedi, titik point baru sebagai intermoda transportasi saat ini sedang disiapkan Dinas Perhubungan Jabar untuk memudahkan masyarakat di kabupaten/kota lainnya di Jabar menjangkau Kertajati secara langsung. Titik itu nantinya akan atraktif melayani kebutuhan angkutan darat menggunakan transportasi berbasis bus. 

"Jadi masyarkat yang menuju Kertajati akan mudah lagi untuk melakukan akses transportasi berbasis jalan raya. Itu yang kami lakukan. Integrasi intermodanya antara terminal, bis dan kita sedang rencanakan yang akan menghubungi Kertajati dengan terminal lainnya," tandasnya.

(Penulis: IthinK)