Cegah Limbah Industri Bukan Merugikan Petani
Jumat, 11 Mei 2018 | 16 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 61 kali
Para petani ikan karamba jaring apung Waduk Jatiluhur usai beraudensi dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (26/4/2018).

PURWAKARTA, medikomonline – Terkait tercemarnya Waduk Jatiluhur oleh limbah indrustri, Komisi IV DPR RI mendorong pemerintah melakukan pencegahan limbah dari sumbernya, bukan dengan membuat kebijakan yang merugikan para petani/pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA).

Demikian diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono saat ditemui usai menerima audensi Paguyuban Pembudidaya/Petani Keramba Jaring Apung Waduk Jatiluhur di Gedung Nusantara DPR RI Jakarta, baru-baru ini.

Ono Surono menjelaskan agar melakukan kajian secara konprihensif sebebelum menutup KJA Waduk Jatiluhur. Apalagi KJA menjadi mata pencaharian utama masyarakat sekitar Waduk Jatiluhur.

Ia meminta pemerintah melihat dampak dari penutupan KJA tersebut dan mencarikan solusi terbaik yang tidak merugikan para pembudi daya ikan. “Kita akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bagaimana sikap dan langkah-langkah mereka dan kita pun akan melakukan kunjungan di lapangan,” tuturnya.

Menurut Ono, pemerintah jangan gegabah melakukan penertiban. Harus hati-hati betul dan harus didasari oleh kajian yang komprehensif. Hasil kajian itu harus diterima oleh masyarakat juga.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI Oo Sutisna meminta pemerintah menindak tegas para pelaku industry yang terbukti melakukan pencemaran Waduk Jatiluhur. Pemerintah seharusnnya menyelesaikan pencemaran lingkungan mulai dari hulu agar tidak terulang.

“Kebijakan pemerintah menutup KJA mengancam mata pencaharian masyarakat. Bagaimana bahwa Pemerintah ada keberanian untuk melawan industri-industri yang membuang air limbah yang penuh kimia itu ke sungai. Itu yang pertama. Boleh-boleh saja (petani ikan keramba jaring apung) digusur. Tapi dia mau dijadikan apa? Sedangkan dia juga manusia. Yang mau digusur itu petani yang sangat lemah,”  ucapnya.

(Daup H/Editor: Dadan Supardan)