Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Benahi Budidaya Tambak Pantai Utara
Rabu, 07 Juni 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 227 kali
Tambak di Pantai Utara/medikomonline.com

BANDUNG, medikomonline.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar membenahi budidaya tambak di pantai utara (Pantura). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail melalui Kepala Balai Pengembangan Ikan Air Payau dan Laut Wilayah Utara Sungai Buntu Karawang Opik SPi MP kepada medikomonline.com menjelaskan, pembenahan dilakukan dengan revitalisasi budidaya tambak Pantura berwawasan lingkungan melalui konsep zonasi komoditas.   

“Revitalisasi budidaya tambak Pantura berwawasan lingkungan dilaksanakan di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon,” kata Opik di Bandung, Selasa (6/6/2017).

Dijelaskan Opik, dalam revitalisasi budidaya tambak Pantura, Balai Pengembangan Ikan Air Payau dan Laut Wilayah Utara Sungai Buntu Karawang pada tahun 2016 lalu telah melakukan dempond zonasi komoditas Udang Vanname, Udang Windu, Ikan Bandeng, dan Ikan Nila. Dempond zonasi Udang Vanname dilakukan di tiga desa yaitu: Desa Sedari Kecamatan Buaya Kabupaten Subang, Desa Langensari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.       

Dempond zonasi Udang Windu juga dilaksanakan di tiga desa, yaitu: Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang, Desa Langensari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.       

Lokasi untuk dempond zonasi Ikan Bandeng dilaksanakan di Desa Muara Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang, Desa Langensari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, Desa Pangarengan Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon.

Untuk dempond zonasi Ikan Nila dilaksanakan di Desa Langensari Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu, Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Opik menjelaskan, dempond ini dilakukan untuk menerapkan teknologi kepada kelompok binaan balai melalui wadah Perhimpunan Pembudidaya Tambak Pantura dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya tambak Pantura. Adapun teknologi yang diterapkan yaitu budidaya udang dengan Teknologi Probiotik, dan budidaya Polikultur rumput laut, bandeng dan udang windu.        

Dijelaskan Opik, dalam budidaya udang ini masyarakat diajari teknologi pembuatan probiotik. “Dari hasil uji coba budidaya udang dengan teknologi probiotik, benur udang yang ditanam sebanyak 1.250.000 ekor menghasilkan panen sebanyak 613.400 ekor dengan bobot 6.847 Kg dengan prosentase SR (survival rate-red) sebanyak 50%,” kata Opik.

Lanjut Opik, untuk menerapkan aplikasi budidaya Polikultur rumput laut, bandeng dan udang windu, bahan harus dipersiapkan secara maksimal dan benur yang berkualitas. “Teknologi Polikultur sudah banyak diadaptasi dan dilaksanakan masyarakat pembudidaya tambak wilayah Pantura Jawa Barat,” tambah Opik.

Dari budidaya Polikultur rumput laut, bandeng dan udang windu yang dilakukan Balai Pengembangan Ikan Air Payau dan Laut Wilayah Utara Sungai Buntu Karawang tahun 2016 lalu, 10.000 ekor Udang Windu yang ditebar panen sebanyak 2.300 ekor, Ikan Bandeng yang ditebar 2.000 ekor panen sebanyak 1.620 ekor, rumput laut tebar 2.500 kg namun gagal menghasilkan.

(Penulis: IthinK)