Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Berhasil Sertifikasi 894 Pembudidaya Ikan
Kamis, 13 April 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 252 kali
Salah satu pengembangan budidaya ikan nila di Wanayasa, Purwakarta

BANDUNG, Medikomonline.comUntuk meningkatkan produksi perikanan budidaya di Jawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar telah berhasil melakukan sertifikasi terhadap 894 unit pembudidaya ikan di wilayah Jawa Barat hingga tahun 2016. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Jafar Ismail melalui Kabid Perikanan Budidaya Hery Gunawadi kepada Medikomonline.com di kantornya, Kamis (13/4) menjelaskan, sertifikasi ini diberikan kepada pembudidaya ikan yang menerapakan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Hery menambahkan, target kumulatif sertifikasi CBIB yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk Provinsi Jawa Barat sampai tahun 2016 hanya 575 unit pembudidaya ikan. Namun target ini bisa dilampaui berkat kerja sama yang baik antara pembudidaya ikan dan  Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat.

CBIB merupakan bagian dari system pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan dan keamanan hasil perikanan. CBIB menerapkan cara memelihara dan membesarkan ikan serta memanennya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudidaya.

Hery menjelaskan, dalam penerapan CBIB ini juga diperhatikan sanitasi, benih, pakan, obat ikan dan bahan kimia serta biologi dalam memelihara dan membesarkan ikana serta memanen hasilnya. “Tujuannya, untuk menjamin mutu dan keamanan hasil pembudidayaan ikan,” ujarnya.

Untuk mendukung CBIB ini, kata Hery, Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar juga memonitor pengadaan, peredaran dan penggunaan obat ikan, kimia dan bahan biologi (OIKB) dalam pengembangan perikanan budidaya di Jawa Barat. Caranya, membina distributor, depo dan pembudidaya ikan sebagai upaya pengendalian peredaran penggunaan obat ikan yang terdaftar dan belum terdaftar di Kementerian Kelautan Perikanan, serta obat yang mengandung zat aktif terlarang.

Dengan adanya monitor ini kata Hery, ada jaminan mutu hasil perikanan budidaya yang terbebas dari residu OIKB, dan bahan pencemar.

Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar juga memonitor dan mengendalikan hama dan penyakit ikan (HPI) serta lingkungan pembudidayaan ikan. Dengan adanya data dan informasi dalam upaya pengendalian HPI dan lingkungan secara terencana dan tersusunnya peta sebaran penyakit ikan, maka kebijakan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan dilakukan lebih dini, efesien dan efektif agar peluang keberhasilan usaha perikanan budidaya lebih tinggi.

(Penulis: IthinK)