Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Produksi 23 Juta Benih Ikan Langka
Selasa, 30 Mei 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 191 kali
Endang HS, Kepala BP3UIH Cianjur

CIANJUR, Medikomonline.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar melalui Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Pengembangan Ikan Hias Cianjur memproduksi benih ikan langka di Jabar sebanyak 23 juta ekor pada tahun 2017. Benih ikan langka tersebut di antaranya Ikan Kancra, Lalawak, Tagih dan Bereum Panon.

Kepala Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias (BP3UIH) Endang HS kepada Medikom di kantornya, Rabu (24/5) mengatakan, produksi benih ikan langka tersebut dengan melakukan domestikasi. Untuk meningkatkan produksi benih ikan langka tersebut, BP3UIH melakukan penyuntikan hormon ovaprim pada induk ikan langka tersebut.

Endang menjelaskan, sesuai program Gubernur Jabar untuk menjadikan Provinsi Jabar sebagai sentra benih ikan nasional, maka BP3UIH bekerjasama dengan Badan Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan pelatihan kepada petugas dinaas perikanan kabupaten/kota dan unit pembenihan rakyat (UPR) sehingga pemerintah daerah/kabupaten kota juga bisa memproduksi benih ikan langka tersebut.

Pada tahun 2017 ini kata Endang, ada 16 orang petugas dinas perikanan kabupaten/kota dan UPR yang dilatih. Di antaranya dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cianjur, Purwakarta, Sukabumi, Sumedang, Subang, dan Ciamis. Tiap-tiap kabupaten dilatih dua orang. “Mudah-mudahan ini cikal bakal pengembangan ikan langka di Jawa Barat,” kata Endang.

Menurut Endang, beberapa jenis ikan langka diharapkan bisa dikembangkan balai benih ikan kabupaten/kota, seperti Ikan Lalawak dan Bereum Panon.        

Ditambahkan Endang, saat ini BP3UIH bekerjasama dengna pakar perikanan sedang menyusun Pedoman Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Jabar. Pedoman ini nanti akan disosilisasikan ke daerah kabupaten/kota.

Untuk mendukung peningkatan kinerja BP3UIH, Endang mengatakan, diperlukan penambahan kolam. Untuk itu diperlukan perluasan lahan untuk pembangunan kolam sekitar 20 hektar. “Sudah ada 7 hektar yang dibeli, sisanya 13 hektar lagi. Mudah-mudahan bisa dipenuhi oleh Pemprov Jabar ke depan,” harap Endang. (IthinK)  

(Penulis: IthinK)