Disbun Jabar Berdayakan Penangkar Untuk Penyediaan Benih Kopi Arabika Java Preanger
Rabu, 26 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 221 kali
Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Dr Dudung Ahmad Suganda MSi

BANDUNG, Medikomonline.comKopi Arabika Java Preanger merupakan salah satu unggulan tanaman perkebunan dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sangat mendukung pengembangan kopi tersebut dengan memberikan bantuan benih kepada para petani kopi.

Untuk menyediakan bantuan benih Kopi Arabika Java Preanger tersebut, Dinas Perkebunan (Disbun) Jabar memberdayakan para penangkar benih kopi yang ada di Jabar. Kepala Dinas Perkebunan Jabar H Arief Santosa SE MSc melalui Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Dr Dudung Ahmad Suganda MSi kepada Medikomonline.com menjelaskan, para penangkar benih kopi yang diberdayakan berada di sentra produksi Kopi Arabika Java Preanger Kopi Arabika Java Preanger seperti Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut, dan Sumedang.

“Kopi Arabika Java Preanger yang berhasil dibenihkan pada tahun 2016 lalu sebanyak dua juta pohon. Selain oleh sebelas penangkar di empat kabupaten tersebut, pembenihan Kopi Arabika Java Preanger ini juga dilakukan oleh Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan,” ujar Dudung di kantor Dinas Perkebunan Jabar, Selasa (25/04/2017).

Lanjutnya, kerjasama pembenihan Kopi Arabika Java Preanger dengan para penangkar ini juga sekaligus memberdayakan potensi dan meningkatkan perekonomian petani penangkar benih kopi yang di sentra produksi kopi.  

Dudung menjelaskan, Kopi Arabika Java Preanger khas Provinsi Jabar ini memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya: mempunyai potensi produksi yang cukup tinggi, citarasa yang excellent, umur dua tahun sudah berbuah dengan pemeliharaan Standar Operasional Prosedur Budidaya Tanaman Kopi, toleran terhadap penyakit karat daun.

Selain itu, Kopi Arabika Java Preanger ini juga merupakan benih yang unggul, bermutu dan bersertifikat, berasal dari benih sumber yang telah ditetapkan pemerintah, memenuhi standar mutu benih kopi yang ditetapkan pemerintah.

Lanjut Dudung, varietas Kopi Arabika Java Preanger yang ditanam masyarakat saat ini ada dua, yaitu: Varietas LS 795 dan Varietas Sigararutang. Dua juta benih Kopi Arabika Java Preanger bersertifikat ini telah dibagikan kepada para petani di Jabar untuk mendukung pengembangan perkebunan kopi di Provinsi Jabar.

Dijelaskan Dudung, pada tahun 2011 Dinas Perkebunan Jabar mulai memproses perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Java Preanger untuk pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), penyusunan buku dan peta indikasi geografis yang akan digunakan sebagai persyaratan untuk memperoleh Indikasi Geografis.

Tahap awal perlindungan indikasi geografis yang diajukan hanya terbatas pada Kopi Arabika yang berdasarkan hasil uji mempunyai citarasa khas dan unik. Citarasa khas dan unik tersebut terbatas pada kopi arabika yang ditanam pada ketinggian di atas 1.000 meter. Kopi tersebut ditanam di wilayah  Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Caringin, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Halu, Gunung Beser, Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu, dan Gunung Manglayang. 

Untuk memastikan citarasa khas yang dimiliki kopi asal 11 Gunung tersebut dan untuk memperoleh citarasa spesifik, dilakukan pengujian yang lebih detail lagi sehingga terpilah dua varian. Kedua varian inilah yang dilindungi melalui Sertifikat Indikasi Geografis.

Kopi Arabika Java Preanger telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dengan No. ID G 000000022 pada tanggal 5 Juni 2013 – 5 September 2013 dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual - Kementerian Hukum dan HAM. Wakil Gubernur Jabar Sertifikat Indikasi Geografis dari Menteri Hukum dan HAM pada tanggal 22 Oktober 2013 lalu.

Selain penyediaan benih Kopi Arabika Java Preanger, Dudung menambahkan, Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan juga menanam Kopi Buhun hasil identifikasi. “Penanaman Kopi Buhun ini bertujuan untuk melestarikan flasma nutfah Kopi Buhun hasil indentifikasi untuk keragaman sumber daya genetic. Keunggulan Kopi Buhun diantaranya: mempunyai citarasa excellent, daya adaptasi luas, daya tahan terhadap penyakit karat daun cukup tinggi,” ujarnya.

Dalam memimpin Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) milik Dinas Perkebunan Jabar ini, Dudung bersama seluruh karyawan dengan optimal mewujudkan Visi BPBTP “Menjadi balai yang handal dalam penerapan teknologi dan  penggunaan benih bermutu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman perkebunan”. Visi tersebut dicapai dengan mengemban misi “Memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam pengusahaan maupun penggunaan benih bermutu serta memanfaatkan informasi umpan balik sebagai penyempurnaan kinerja”.

Salah satu kegiatan unggulan BPBTP yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 lalu adalah Kegiatan Pengujian Teknologi Perbenihan Tanaman Perkebunan. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan penyediaan benih untuk memenuhi pengembangan komoditas perkebunan, mendorong peningkatan benih bermutu komoditas perkebunan, meningkatkan produktivitas kebun dinas, dan meningkatkan daya serap teknologi inovasi perbenihan,” kata Dudung.

Dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, BPBTP dapat menetapkan kebun sumber benih dan kebun produksi tanaman perkebunan di masyarakat, memelihara kebun sumber benih tanaman perkebunan di kebun dinas, meningkatkan ketersediaan benih tanaman perkebunan yang unggul, bermutu dan bersertifikat.

Jenis benih tanaman perkebunan yang dikembangkan oleh BPBTP yaitu kopi, teh, kakao, kelapa dalam, kemiri sunan, karet, tebu, cengkeh, pala, kayu, manis, kemiri sayur, aren dan lainnya.  

(Penulis: IthinK)