Dukung Program Gubernur, Kadis Perikanan Jabar Jafar Ismail Berhasil Cetak Wirausahawan Baru
Senin, 17 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 55 kali
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail (foto: Ist)

BANDUNG, Medikomonline.com – Salah satu program unggulan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) adalah Program Pencetakan 100.000 Wirausaha Baru yang merupakan implementasi janji kampanye Aher. Program Pencetakan 100.000 Wirausaha Baru di Jabar merupakan suatu upaya Pemprov Jabar  untuk mengembangkan kewirausahaan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha.

Potensi wirausaha ini dapat membangkitkan potensi lokal dan siap menghadapi daya saing global serta untuk menjawab permasalahan yang dihadapi yaitu mulai dari tingkat pengangguran yang semakin tinggi, rendahnya tingkat kesejahteraan dan tingkat kemiskinan.

Menyadari akan pentingnya pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat, khusunya para pemula maka telah di tetapkan Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 58 Tahun 2014 yang telah di rubah oleh Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 79 Tahun 2015 tentang Pencetakan Seratus Ribu Wirausaha Baru di Provinsi Jabar. Peraturan tersebut telah memberikan jaminan dan kepastian atas eksistensi masyarakat umumnya para pemuda untuk menngembangkan potensi, kapasitas dan cita-citanya menjadi pelaku usaha.

Bidang perikanan dan kelautan merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh masyarakat Jabar. Oleh karena itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail merangkul masyarakat untuk berwirausaha di bidang perikanan dan kelautan. Salah satu strategi yang dikembangkan Jafar Ismail adalah pencetakan wirawausaha baru melalui Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar yang ada di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Jabar. UPTD ini dinilai lebih efektif merangkul masyarakat karena letaknya yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Pada tahun 2016 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar berhasil mencetak 1.080 orang wirausaha baru.  Jenis usaha perikanan yang dilatih kepada calon wirausaha baru ini bervariasi,” kata Jafar kepada Medikomonline.com, Senin (17/04/2017) di Bandung.

Jafar menjelaskan, Pelatihan Budidaya Ikan Patin dan Lele Sangkuriang diikuti 145 orang calon wirausahawan baru di Balai Pengembangan dan Pemacuan Stok Ikan Patin dan Lele Cijengkol Subang. Pelatihan Budidaya Ikan Mas dan Nila diikuti Purwakarta150 orang pembudidaya calon wirausahawan baru di Balai Pengembangan dan Pemacuan  Stok Ikan Nila dan Mas Wanayasa Purwakarta.

Di BPBAPLWU Kabupaten Karawang, sebanyak 120 orang calon wirausahawan baru mengikuti pelatihan bidang budidaya air payau berupa budidaya politkultur rumput laut dengan Ikan Bandeng dan Udang Windu, budidaya Udang Vanname semi intensif, budidaya Udang Windu, budidaya Ikan Bandeng, budidaya Ikan Nila Salin di tambak.

Untuk pelatihan budidaya Ikan Gurame diikuti oleh 150 orang calon wirausahawan baru di Balai Pengembangan dan Pemacuan Stok Ikan Gurame dan Nilem Singaparna, Tasikmalaya. Sementara di BPBAPL WS Pangandaran dilakunan pelatihan budidaya Udang Vannamei dan Udang Galah. Pelatihan diikuti 90 orang calon wirausahawan baru.

Lanjut Jafar, pelatihan juga dilakukan untuk budidaya Ikan Hias Mas Koki Oranda dan budidaya benih Udang Hias Red Marlboro di Balai Pelestarian Perikanan Perairan Umum dan Ikan Hias Ciherang, Cianjur. Pelatihan diikuti 200 orang calon wirausahawan baru. “Untuk pelatihan pengolahan dan diversifikasi hasil perikanan tangkap, dilakukan juga di wilayah pantai utara Jabar. Sebanyak 50 orang mengikuti pelatihan tersebut. Sedangkan pelatihan usaha perikanan tangkap di wilayah pantai selatan diikuti 25 orang,” ujarnya.

Di Balai Pengujian dan Pembinaan Mutu Hasil Perikanan Kota Cirebon dilakukan pelatihan pengolahan ikan yang diiukti oleh 150 orang calon wirausahawan baru.   

(Penulis: IthinK)