Jabar Lautan Kopi, Pemprov Bagikan 10 Juta Benih Kopi Arabika Java Preanger
Minggu, 24 Desember 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 31 kali
Jabar Lautan Kopi

BANDUNG, Medikomonline.com – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Arief Santosa mengatakan, peningkatan permintaan Kopi Arabika Java Preanger harus dimanfaatkan peluangnya dengan peningkatan produktivitas dan mutu hasil.

“Peningkatan daya saing produk kopi harus diawali dengan penggunaan benih kopi unggul bermutu secara enam tepat, yaitu tepat varietas/klon, jumlah, mutu, waktu, tempat/lokasi dan harga di tingkat pengguna, sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman,” kata Arief di Gedung Sate, Jumat (22/12/17) terkait  acara Jabar Lautan Kopi.

Menurut Arief, acara West Java Bandung Lautan Kopi yang digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (23/12/17) sebagai gelaran meningkatkan edukasi, sosialisasi, promosi, apresiasi manfaat minum Kopi Arabika Java Preanger kepada masyarakat luas.

“Kami berharap West Java Bandung Lautan Kopi dapat menjadi salah satu event yang menstimulus Kopi Java Preanger tetap jaya di pasar dunia dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kopi Jawa Barat,” kata Arief.

Lanjut Arief menjelaskan, dalam mempertahankan Kopi Arabika Java Preanger berkualitas dunia, Pemprov Jabar  telah mendistribusikan bantuan benih kopi unggul bermutu dan bersertifikat kepada para petani hingga 10 juta benih sejak tahun 2014 sampai 2017.

Sasaran pendistribusian kopi pada tahun 2017 ini untuk penambahan luas kebun kopi arabika dengan penggunaan benih kopi sebanyak 5 juta pohon setara 2.000 ha dengan jarak tanam 2 x 2 meter, meningkatkan penggunaan benih kopi arabika yang unggul bermutu dan bersertifikat di pekebun sebanyak 2,4?n meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hasil kopi arabika di Jawa Barat rata-rata produksi Kopi Arabika Varietas Sigararutang 1.500 kg/ha.

“Di samping bantuan benih kopi, juga bantuan benih Indigofera (dibagikan-red) sebanyak 200.000 pohon bagi peternak di Jawa Barat. Kandungan protein (Indigofera-red) berkisar antara 27-31%, serat 13-14%, tingkat kecernaan 75-78%, sehingga sangat baik sebagai konsentrat hijauan baik sebagai pakan tunggal maupun pakan campuran,” katanya.

Menurutnya, Indigofera dari segi teknis budidaya juga mudah dibudidayakan bahkan tahan kekeringan di samping berfungsi untuk konservasi sebagai penahan erosi dan memperbaiki struktur tanah.

Lanjut Arief, ada yang menarik pada acara West Java Bandung Lautan Kopi ini, yaitu ada event Brewing Kopi Bersama Gubernur Jabar diikuti lebih dari 1.000 barista dan pecinta kopi seluruh Indonesia, dari Aceh, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Pulau Jawa untuk memperoleh World Record.

“Event brewing ini akan dirangkaikan dengan Launching Bantuan Benih Kopi dan Indigofera, Pengukuhan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Java Preanger, Penyerahan Tanda Daftar Varietas Unggul Lokal Kopi Kuning, Kopi Pucuk Coklat, dan Kopi Pucuk Hijau, Penyerahan Buku Kopi Road To Java dan Teh Parahyangan,” tambahnya. 

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)