A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Kelapa Pangandaran Tembus Pasar Ekspor ke Kanada dan Asia 
Rabu, 25 Juli 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Hesti Mulyati, owner PT Mega Sakti Pangandaran (baju hitam kerudung-red) saat menerima job pesanan dari negara Kanada, Selasa (24/7/2018). (Foto:Agus Kucir/Medikomonline Pangandaran)

PANGANDARAN, Medikomonline.comUntuk meningkatkan harga kelapa yang tinggi di tingkat  petani Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, PT Mega Sakti terus berupaya dengan cara mempromosikan kualitas kelapa Pangandaran kepada pembeli luar negeri. Demikian diungkapkan owner PT Mega Sakti, Hj Hesti Mulyati SPd kepada Medikom, Selasa (24/7/2018).

Lebih jauh Hesti Mulyati yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran mengungkapkan, kelapa Pangandaran ini sangat bagus kualitasnya. “Maka kita dapat melakukan promosi agar buyer (pembeli-red) luar negeri bisa membeli dengan harga yang tinggi sesuai dengan harapan para petani Kabupaten Pangandaran. Kelapa kita mampu bersaing dengan kelapa dari  luar Pangandaran untuk ekspor ke beberapa negara, seperti Canada, Pakistan, Malaysia, Dubai, Tailand dan Myanmar. Bahkan kita pun bisa menembus market ekspor untuk London,” ucapnya.

Hesti menambahkan, kelapa Pangandaran diakui oleh beberapa negara sangat bagus sekali kualitasnya. Hal ini telah terbukti untuk pengiriman ke Pakistan, perjalanan dari Pangandaran sampai negara tujuan Kanada dan Pakistan memakan waktu sampai 30 hari di perjalanan dalam dry container yang suhunya sangat panas dalam container. Terbukti, kualitas kelapa Pangandaran mampu bertahan, tetap bagus hingga sampai negara tujuan.

“Maka dari itu, kita dari PT Mega Sakti  terus berupaya untuk mempertahankan harga beli kelapa dari petani supaya harga bisa di atas Rp 1.400/butirnya,kendati baru-baru ini sempat kita sedikit terganggu dengan adanya isu harga kelapa di bawah Rp600. Sangat miris jika kelapa di petani mencapai harga tersebut,” ujar Hesti.

Hesti menambahkan, “Kita pun bisa melakukan upaya selain dijual butiran untuk ekspor, kita bisa mengolah kelapa Pangandaran menjadi white copra atau disicated coconut untuk diekspor. White copra dan disicated coconut bisa kita ekspor dengan harga tinggi. Mungkin dengan upaya tersebut bisa menaikan harga kelapa dipetani.”

“Dengan promosi yang sudah kami lakukan, job ekspor pesanan kelapa kita untuk ke beberapa negara terus mengalami peningkatan pesanan. Misalnya saja, perbulan kita dari perusahaan mendapatkan job atau pesanan order sebanyak 10-15 container atau 270-420 ton/bulannya,” kata Hesti.

Lanjutnya, sekarang PT Mega Sakti  diminta untuk order selanjutnya sampai 50 container perbulan. “Semoga saja sekarang ini kita upayakan harga kelapa di Pangandaran untuk ekspor bisa stabil, apalagi kelapa kita bisa bertahan hingga 60-90 hari. Kalau kelapa dari daerah lain hanya bisa bertahan sampai 40 hari,maka tak heran kalau kabupaten Pangandaran bukan hanya terkenal dengan pariwisatanya tetapi juga  bisa terkenal dengan penghasil kelapa terbesar dan terbaik kualitasnya,” ujar Hesti lagi.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata dan dinas terkait beserta Komisi 2 DPRD Kabupaten Pangandaran yang telah berupaya untuk menstabilkan harga petani kelapa di Kabupaten Pangandaran,” katanya. 

 

 

 

(Penulis: Agus Kucir/Editor: Mbayak Ginting)