Kerjasama Toko Tani Indonesia dan PUPM Wujudkan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan
Kamis, 23 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 228 kali
Toko Tani Indonesia

 

BANDUNG, Medikomonline.com – Perjanjian kerjasama Toko Tani Indonesia (TTI) dengan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) bertujuan untuk mewujudkan stabilitas harga dan pasokan pangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat Dody Firman Nugraha menyampaikan hal tersebut dalam Temu Teknis PUPM melalui TTI yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu malam (19/3/2017) lalu.

Temu Teknis PUPM melalui TTI ini digelar untuk menyosialisasikan program kepada pemangku kepentingan ketahanan pangan Provinsi Jabar dan kabupaten/kota di Jabar, masyarakat petani, dan pelaku perdagangan komoditas pangan se-Jabar. Temu Teknis ini juga sebagai ajang pertemuan antara Gabungan Kelompok Tani/Kelompok Tani sebagai produsen dengan Pedagang Komoditi Pangan sebagai TTI.

Acara temu teknis ini dihadiri sekitar 650 orang peserta. Terdiri dari: Ketua Gapoktan PUPM Tahap Penumbuhan Tahun 2017 (123 orang); Ketua Gapoktan/Poktan PUPM Tahan Pengembangan yang dibentuk Tahun 2016 (77 orang); Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping TTI di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (42 orang); Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping Gapoktan/Kelompok Tani PUPM Penumbuhan (123 orang);Pedagang Komoditi Pangan selaku Toko Tani di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (200 orang); serta  Tim Pembina dan Tim Teknis PUPM Kabupaten/Kota di Jabar (70 orang).

Dalam Temu Teknis ini dilakukan Peluncuran Pengiriman Perdana Penguatan Usaha Pangan Masyarakat dari LUPM kepada TTI. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Gapoktan Jaya Makmur (Kota Bandung) dengan mengirimkan komoditi beras kepada Toko Kembar (Kabupaten Bogor). Lalu dari Poktan Mekar Mulya (Kabupaten Majalengka) kepada Toko Kopamas (Kabupaten Bekasi) mengirim komoditi cabai, Poktan Cipta Raharja (Kabupaten Majalengka) kepada  Toko Handoko (Kabupaten Bekasi) dengan komoditi bawang merah.

Wagub Jabar Deddy Mizwar menilai Temu Teknis ini sangat penting dan strategis. Stabilitas pasokan pangan dan mata rantai distribusi masih menjadi penentu kondisi harga pangan. Untuk itu, melalui temu teknis ini bisa ditemukan solusi mulai dari hulu hingga hilir persoalan pangan dan petani yang ada di lapangan.

“Ada tiga komoditas utama ya, beras, bawang merah, dan cabai. Bagaimana dari hulu hingga hilir ini harus bisa dijaga. Pertama, untuk menjaga inflasi. Dan kedua, jangan sampai ada mata rantai distribusi ini yang dirugikan. Petaninya juga harus diuntungkan, kemudian juga di hilirnya khususnya konsumen dan pedagang juga tidak dirugikan. Artinya kestabilan harga perlu dijaga,” ungkap Deddy.

Lanjut Deddy, informasi mengenai struktur produksi pangan hingga ke tangan konsumen juga perlu ditingkatkan pengetahuannya bagi semua pelaku pangan. Hal ini akan menjadi sangat penting sebagai antisipasi gejolak inflasi serta untuk mengetahui harga pangan dalam kondisi baik.

“Informasi akan menjadi sangat penting. Kapan tanamnya, kapan panennya, dimana, dan bagaimana cara para petani tadi bisa mendistribusikan produknya dan kapan distribusinya, supaya pada saat harga yang bagus ini diatur dan diperhitungkan dengan baik,” tutur Deddy.

(Penulis: IthinK)