Kopi Garut Mendunia
Rabu, 14 Maret 2018 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 107 kali
Penjabat Bupati Garut Koesmayadie Tatang Padmadinata (tengah baju putih) saat menyambangi Mahkota Coffee

GARUT, medikomonline.com – “Kopi asal Garut ini unik dan nikmat, apalagi disuguhkannya ala kecafe-cafean. Garut memang mantap ah,” ungkap Penjabat Bupati Garut Koesmayadie Tatang Padmadinata saat menyambangi Mahkota Coffee, di Kampung Gunung Bodas STA, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (14/3/2018). Koesmayadie didampingi para kepala bidang di Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

Menurut Koesmayadie yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Garut Beni Yoga, kopi asal Garut diakui memang sedang nge-trend, sehingga menjadi incaran negara-negara penikmat kopi.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Koesmayadie sengaja datang ke pengolahan kopi bersama Dinas Pertanian untuk melihat langsung dan mencicipi kopi yang membawa nama Kabupaten Garut semakin harum.

Bahkan dalam upaya menjaga kualitas, Bupati berjanji akan berkordinasi langsung dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat mengenai penyebaran bibit kopi dan jeruk serta akan menghadap ke Direktur Jenderal Hortikultura  supaya meningkatkan jumlah penanaman jeruk di Kabupaten Garut.

Bupati menambahkan, secara geografis, Kabupaten Garut cocok untuk penanaman kopi dengan jenis Arabica. Apalagi Arabica, bila ditanam di daerah dataran tinggi sangat baik untuk dimanfaatkan tanaman kopi.

Ia mencontohkan, daerah Gunung Papandayan, Cikuray, dan Kamojang adalah daerah yang cocok bagi pertumbuhan kopi-kopi berkelas bagi para penikmat kopi. "Mereka akan ketagihan meminum dan membeli lagi," ujar Bupati sambil menyeruput kopi hidangan Mahkota Coffee.

Kondisi ini, imbuhnya, akan membawa perubahan terhadap faktor perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah Garut. Bupati mengharapkan warga yang memiliki lahan untuk  memanfaatkan lahannya sebagai kebun kopi atau jeruk, sebagai bentuk konservasi penghijauan dan menghindari urban erotion yang sudah mengancam di berbagai tempat. Kopi dan jeruk juga sudah menjadi ikon Garut di tingkat nasional, apalagi kopi menjadi incaran negara lain.

Sementara itu, Heri, salah seorang penggagas kopi telah memproduksi berbagai merk kopi yang sudah dikemas melalui kaleng dan plastik, seperti: kopi luwak, wine coffee, java coffee, black coffee, peaberry coffee,  lanang, garut arabica coffee  natural process, honey proses dan yellow bourbon. 
Menurut Heri, ia bersama  istrinya Enung, memulai perjalanan dari usaha kecil sampai omzet ratusan juta rupiah dan bisa menghidupi 12 karyawan. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 150-200 kilo kopi (matang). Bahan diperoleh dari para petani Garut.

Menurutnya, kopi asal Garut, meski ada yang tidak bagus asal cara mengolahnya benar, rasanya bakal enak. Bahkab dari pemetikannya hingga pengolahannya akan menghasilkan cita rasa tinggi.
Kopi hasil olahan Heri, kini sudah mendunia dan mendapat dua kali penghargaan tingkat internasional.

(Penulis: Engkus/Editor: Mbayak Ginting)