Panen Raya Budidaya Mina Padi Kelompok Mulyasari Desa Arjasari
Sabtu, 09 Maret 2019 | 14 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 53 kali
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Drs Roni Sahroni

TASIKMALYA, medikomonline - Panen raya budidaya mina padi Kelompok Mulyasari, Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya mewakili Bupati Tasikmalaya. Turut hadir rektor Universitas Siliwangi (UNSIL), Muspika Kecamatan Leuwisari, BPP Kecamatan Leuwisari, dan kelompok tani.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Drs Roni Sahroni yang memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan

Republik Indonesia melalui Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT).

Menurut Roni, Kabupaten Tasikmalaya sebagian besar wilayahnya memiliki karakteristik

perdesaan dengan potensi agronomis yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mengindikasikan

pentingnya pengembangan usaha tani, usaha pangan perkebunan dan perikanan maupun

peternakan.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan, kata Roni, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan lahan produksi pertanian, khususnya produksi tanaman pangan dengan sistim Mina Padi, yaitu usaha budidaya terintegrasi antara budidaya padi dengan ikan di sawah pada saat bersamaan.

Minapadi merupakan bentuk integrasi antara pertanian dan perikanan yang dikembangkan dalam satu lahan. Sistim minapadi ini diyakini dapat meningkatkan produktipitas padi, efesiensi pemanfaatan lahan dan efektipitas penggunaan air. Tanaman padi yang dihasilkan lebih berkualitas karena terciptanya pertanian organik yang ramah lingkungan dan produknya lebih sehat.

Panen raya budidaya mina padi Kelompok Mulyasari ini seluas 8 ha, dengan perkiraan produksi ikan 21.504 Kg ukuran ikan 3-6 ekor/kg, dengan harga jual rata-rata Rp20.000/kg dan perkiraan produksi padi dalam 8 ha sebesar 56.000 Kg (56 ton) dengan harga jual 4000/kg.

Jadi pendapatan petani dalam 8 ha yaitu:

  1. Dari Ikan. Rp 430.080.000
  2. Dari padi Rp 224.000.000

Total biaya yang dikeluarkan yaitu:

  1. Dari Ikan. Rp 250.493.333
  2. Dari padi Rp 125.310.400

Keuntungan yang didapatkan oleh petani yaitu:

  1. Dari Ikan. Rp 179.586.667
  2. Dari padi Rp 98.689.600

Jadi keuntungan petani dalam budidaya mina padi per hektar adalah sebanyak Rp34.784.533, yaitu:

  1. Dari Ikan. Rp 22.448.333
  2. Dari padi Rp 12.336.200

“Kami sangat berharap dengan adanya panen raya minapadi ini dapat memberikan manfaat

berupa peningkatan produksi serta terwujudnya perikanan budidaya yang berkelanjutan

(Sustainable Aquaqulture),” kata Roni.

Sementara Jeje SP MP, selaku Koordinator BPP Kecamatan Leuwisari mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menarik minat petani lainya untuk melakukan budidaya ikan sistem minapadi, sehingga di Kabupaten Tasikmalaya khususnya di daerah yang dilalui irigasi teknis akan ikut serta membudidayakan ikan di sawahnya.

“Apabila potensi mina padi dapat dimanfaatkan dengan maksimal, maka produksi ikan akan meningkat,” kata Jeje.

(Penulis: Agus Suryanata/Editor: Mbayak Ginting)