Pangandaran Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia
Minggu, 02 Desember 2018 | 8 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 12 kali
Wisata pantai timur Pangandaran (Foto: Mbayak Ginting)

PANGANDARAN, Medikomonline.com - Untuk menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, harus memenuhi tiga syarat yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (Tiga A). Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan dalam acara Media Gathering 2018 yang digelar oleh Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/11/18).

"Kalau ingin menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka Tiga A-nya harus kelas dunia," kata Arief.

Arief menjelaskan, Atraksi meliputi destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik. Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional. A ketiga, yakni Amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima mulai dari hotel, restoran, toko cinderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

Sejalan dengan komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat yang ingin menjadikan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga hadir sebagai narasumber dalam Media Gathering tersebut, mengungkapkan strategi untuk membuat dunia pariwisata sebagai unggulan di Jabar. "Keunggulan Provinsi Jawa Barat adalah pariwisata," ungkap Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

"Namun, Jawa Barat ini kurang dipoles. Lima tahun saya akan poles batu akik permata (Jawa Barat) itu jadi berkilau," lanjutnya.

Strategi tersebut diantaranya membagi pariwisata menjadi tiga tipe. Pariwisata Tipe 1, yaitu memperbaiki eksisting destinasi yang kurang maksimal. Pariwisata Tipe 2, membuat destinasi wisata baru di 27 kabupaten/kota. Untuk hal ini, Emil akan menggelontorkan anggaran Rp 30-40 miliar untuk setiap kabupaten/kota.

Untuk Pariwisata Tipe 3, Pemda Jabarr akan menyiapkan kluster khusus untuk dijadikan kawasan pariwisata melalui KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Ada dua KEK yang sudah disiapkan hingga saat ini, yaitu KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, Sukabumi.

"Strategi kita adalah meng-goal-kan Pangandaran sebagai KEK di bulan Maret 2019," tegas Emil.

Pemerintah Pusat telah menetapkan 10 "Bali Baru" sebagai destinasi unggulan nasional. Namun sayang, tidak ada satu pun destinasi asal Jabar masuk dalam daftar tersebut. Kesepuluh destinasi tersebut, diantaranya: Tanjung Kelayang, Belitung; Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, Jakarta; Borobudur, Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tengggara; dan Morotai, Maluku Utara.

Untuk itu, kata Gubernur, meskipun destinasi di Jabar tidak masuk daftar 10 "Bali Baru", dia mendorong Pemerintah Pusat agar Jabar memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Saya sedih ketika tidak ada destinasi di Jawa Barat yang masuk dalam 10 destinasi itu (Bali Baru). Maka saya dorong agar di Jawa Barat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus," katanya.

Sementara Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari usai Rapat Paripurna pengesahan APBD Jabar mengatakan, DPRD mendukung Pangandaran sebagai KEK. Salah satu hal yang dibahas dalam APBD tahun 2019 yaitu alokasi anggaran untuk Kabupaten Pangandaran yang akan dijadikan KEK.

Ineu menambahkan, KEK Pangandaran ditargetkan selesai pada bulan Maret 2019. 

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)