Pemprov Jabar Canangkan Gerakan Tanam Padi di Kelompok Tani Mekarjaya Kabupaten Tasikmalaya
Jumat, 30 November 2018 | 10 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 27 kali
Pencanangan Gerakan Tanam Padi masa tanam 2018/2019 di Kelompok Tani Mekarjaya, Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Ist/Distan Jabar)

TASIKMALAYA, Medikomonline.com – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencanangkan “Gerakan Tanam Padi” masa tanam 2018/2019 di Kelompok Tani Mekarjaya, Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (29/11/2018).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Dody Firman Nugraha mengatakan, Gerakan Tanam Padi ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan motivasi khususnya kepada para petani dan seluruh pemangku kepentingan bidang pertanian untuk senantiasa meningkatkan pembangunan pada sektor pertanian di Jabar, khususnya komoditas padi.  

Gubernur menegaskan, salah satu kunci sukses peningkatan produksi tanaman pangan adalah modernisasi alat mesin pertanian. “Selain itu, kita perlu mengupayakan beberapa hal, antara lain:

mengoptimalkan pemanfaatan lahan, penggunaan sarana produksi pertanian (benih, pupuk) sesuai rekomendasi, penerapan teknologi budidaya pertanian, optimalisasi sumberdaya manusia seperti penyuluh, POPT, PBT, KCD,” kata Emil panggilan akrab Ridwan Kamil.

Emil menjelaskan, untuk meningkatan produksi tanaman pangan melalui modernisasi, pada tahun 2018 ini, Jabar mendapatkan alokasi bantuan alat mesin pertanian, sebagai berikut: Power thresher padi 149 unit, Corn sheller   60 unit, Power thresher 110 unit, Rice milling unit (RMU) organic 2 unit, Revitalisasi RMU 3 unit, Unit pengolah hasil (UPH) jagung 2 unit, UPH kedelai 4 unit, Traktor R 2 (6,5 PK) 640 unit, Traktor R 2 (8,5 PK)      462 unit, Pompa air (3 inchi) 829 unit, Pompa air (4 inchi) 238 unit, Kendaraan roda tiga  44 unit, Cultivator 137 unit, Hand sprayer            4.290 unit. “Saya berharap agar pemanfaatan alat mesin tersebut dapat optimal,” tegas Gubernur.

Emil mengharapkan, dengan pencanangan Gerakan Tanam Padi dan modernisasi alat pertanian, dapat mendorong peningkatan produktivitas dan produksi padi di Jabar, serta memberikan derajat kesejahteraan masyarakat yang lebih berkeadilan.

Terkait dengan pengembangan padi organik di Jabar, Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. “Kabupaten Tasikmalaya merupakan kabupaten penghasil padi organik terbesar di Jawa Barat. Hal ini menjadi bukti perwujudan sinergi seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam pembangunan sektor pertanian pada komoditas padi organik sebagai komoditas strategis dan unggulan di Jawa Barat,” ujar Emil.

Sementara Kepala  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Ir Hendy Jatnika MM mengharapkan produksi padi di Jabar harus terus meningkat, harus mampu menghasilkan di atas 6 ton  gabah kering giling (GKG) per hektar. Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri, khususnya di Kecamatan Ciawi rata- rata mengahasilkan 6 ton  GKG per hektar.

Hendy Jatnika juga memerintahkan kepada petugas penyuluh pertanian dan petugas organisme pengganggu tanaman (OPT) agar mengawal produksi padi di lapangan. “Jika ada gangguan serangan hama, segera melakukan pengendalian terhadap gangguan hama penyakit agar produksi padi tetap meningkat sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Hendy Jatnika  mendorong para petani di Kabupaten Tasikmalaya agar Tasikmalaya menjadi penghasil padi organik di tingkat nasional. “Apalagi Kabupaten Tasikmalaya berpotensi untuk menjadi penghasil padi organik. Saat ini saja sudah bisa mengirim ke provinsi lain, bahkan ekspor ke luar negeri, di antaranya Malayasia, Singapore dan Uni Emirat Arab,” tegasnya.

 

Kinerja komoditas strategis Jabar

Gubernur juga memaparkan capaian kinerja komoditas strategis Jabar berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, produksi padi mencapai 12.299.701 ton gabah kering giling (GKG),   produksi jagung 1.424.928 ton pipilan kering dan produksi kedele  sebesar 49.261 ton biji kering.

Produksi padi di atas memberikan kontribusi sebesar 15,16 % terhadap nasional (produksi nasional 81.148.617 ton gabah kering giling ) dan Jabar menduduki peringkat   ke-2 secara nasional.  Produksi jagung memberikan kontribusi sebesar 4,93 % terhadap nasional (produksi nasional 28.924.009 ton pipilan kering)  dan produksi kedelai memberikan kontribusi sebesar 9,14  % terhadap nasional (produksi nasional 538.728 ton biji kering).

“Capaian kinerja tahun 2017 ini merupakan kerja keras yang telah kita lakukan dalam upaya mendukung peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan. Namun untuk realisasi produksi khususnya padi tahun 2018 berdasarkan rilis BPS tanggal 1 November 2018, bahwa dengan metodologi kerangka sampel area (KSA), maka  produksi Jabar tahun 2018 diperkirakan sebesar 9,5 juta ton gabah kering giling,” kata Emil.

Kata Gubernur, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras dengan menggunakan angka konversi GKG ke beras tahun 2018 sebesar 57,44%, maka produksi padi Jabar setara dengan 5,48 juta ton beras. “Masih cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk Jabar 48,3 juta jiwa, yaitu sebesar 4,06 juta ton beras atau surplus 1,42 juta ton beras. Asumsi konsumsi beras Jabar menurut angka BPS 2017 senilai 83,93 kg per kapita per tahun tanpa memperhitungkan kebutuhan beras di luar rumah tangga/industri, restoran, hotel,” kata Emil.

Di acara Gerakan Tanam Padi ini hadir Pejabat Upsus Wilayah Tasik dan Garut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Dandim dan Kapolres Tasikmalaya.

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)