Pemprov Jabar Perlu Investasi Pengolahan Pisang di Wilayah Selatan Jabar
Selasa, 13 Februari 2018 | 7 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 29 kali
Ilustrasi kebun pisang.

BANDUNG, medikomonline – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memerlukan investasi pengolahan pisang di sentra produksi pisang di wilayah selatan Jabar mulai dari Kabupaten Pangadaran sampai Kabupaten Sukabumi. “Komoditas pisang bisa diolah untuk berbagai jenis produk mulai tepung pisang, makanan bayi, bahkan untuk kosmetik,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Hendy Jatnika kepada Medikom di Bandung, Selasa (13/2/2018).

Untuk itu kata Hendy, investor di industri hilir pisang diperlukan di sentra produksi pisang di Jabar selatan yang bahan bakunya dari petani.  “Menurut saya yang penting ditingkatkan investasi di hilir dan pascapanen. Dengan adanya aneka pengolahan produk pertanian di onfarm (petani),  turut juga meningkatkan nilai tambah produk pertanian nasional dan Jabar,” ujar Hendy merespons pertemuan West Java Incorporated (WJI) yang digelar di Gedung Sate, Bandung, Selasa (13/2/2018).

Hendy menambahkan, peningkatan investasi bidang hortikultura juga diperlukan Jabar, yaitu berupa packing house buah-buahan dan sayuran untuk ekspor yang buah dan sayurnya berasal dari petani di onfarm. Bahkan petani perlu mitra investor yang mau berinvestasi membuat pabrik pengolahan buah-buahan atau sayuran.

Dijelaskan Hendy, investasi packing house di Jabar sudah ada untuk ekspor mangga dan manggis seperti di Tasikmalaya, Bogor, Majalengka, Cirebon, dan Bandung. “Di wilayah Jabar selatan belum ada (investasi pengolahan pisang-red),” ujarnya.

Seperti diketahui, wilayah selatan Jabar menjadi sentra produksi pisang setelah Pemprov Jabar mengembangkan program Banana Green Belt pada tahun 2016 lalu. Program Banana Green Belt ini dilaksanakan dengan menanam pisang di jalur selatan Jabar sepanjang 400 km mulai dari Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cianjur dan Sukabumi. Dua jenis pisang yang ditanam yakni pisang raja bulu dan cavendis.

(Penulis: IthinK)