Rapat Anggota Tahunan Koperasi di Jabar Terapkan Sistem Online
Senin, 30 Juli 2018 | 19 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 35 kali
Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa menandatangani launching Koperasi Makmur Mandiri dari Bekasi yang telah memanfaatkan aplikasi RAT Online. (Foto: Ist/Hms Setda)

BANDUNG, Medikomonline.com – Penerapan Sistem Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online Koperasi di Jabar diapresiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menuturkan, koperasi di Jabar memiliki kelebihan dibanding di daerah lain.

"Untuk koperasi di Jabar saya lihat ada kelebihan, perkembangan ilmu teknologi bisa diterapkan oleh insan-insan koperasi di Jabar. Koperasinya sudah mulai meningkatkan pemanfaatan teknologi," ujar Meliadi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengungkapkan, di era milenial ini koperasi dituntut untuk beradaptasi dengan kecepatan perubahan. "Koperasi harus memanfaatkan teknologi sehingga mampu sejajar dengan sejumlah e-commerce dan pemanfaatan koperasi ke depan tidak memudar, bahkan koperasi kita menjadi yang terbaik," kata Iwa usai membuka puncak Peringatan Hari Koperasi ke-71 tingkat Jabar di lapangan Karangpawitan Karawang, Jumat (27/7/18).

Dalam Peringatan Hari Koperasi ini, dilakukan launching Koperasi Makmur Mandiri dari Bekasi yang telah memanfaatkan aplikasi program RAT Online yang kemudian dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) karena kebaruannya dan terbanyak di Indonesia.

Iwa mengatakan koperasi di Jabar terus berkembang dan mengikuti perubahan zaman seperti telah diterapkannya sistem online di setiap koperasi di Jabar yang saat ini berjumlah 25.468 dengan jumlah anggota sebanyak 9 juta orang. Dari jumlah tersebut telah ditetapkan sebanyak 100 koperasi berskala besar yang beroperasi di 27 kota/ kabupaten di Jabar. Pemanfaatan teknologi informasi pada koperasi ini mampu mengefektifkan RAT dan efisien dari segi anggaran karena RAT dilakukan dengan cara teleconference.

Menurut Iwa, peran koperasi sangat besar terhadap perekonomian. Hal itu bahkan telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010 lalu.

"PBB telah mengakui bahwa koperasi telah meningkatkan pertumbuhan, membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan," katanya.

 

Harus manfaatkan teknologi informasi

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menegaskan, bila koperasi ingin maju harus memanfaatkan teknologi informasi. Meliadi berharap penerapan IT pada koperasi di Jabar dapat menjadi percontohan koperasi lain di Indonesia.

"Ini harus menjadi contoh bagi koperasi di daerah lain bagaimana memanfaatkan teleconference dalam pelaksanaan RAT, bisa dibayangkan bagaimana efisiensi biayanya," tuturnya.

Pada tahun 2014 jumlah koperasi di Indonesia mencapai 212 ribu lebih unit koperasi. Namun saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi, dimana sebanyak 80 ribu koperasi telah melaksanakan RAT dan 72 ribu unit belum melaksanakan RAT. Koperasi yang telah yang telah dibubarkan berjumlah 40.013 unit.

"Kami meminta kepada para kepala daerah untuk mendorong koperasi di daerahnya melakukan RAT agar semua koperasi menjadi sehat," kata Meliadi.

Untuk pengembangan koperasi, lanjut Meliadi, pemerintah pusat terus melakukan pembinaan. Bahkan saat ini sudah ada koperasi yang omsetnya mencapai puluhan triliun rupiah. Ada pula koperasi yang sudah masuk bursa efek dan koperasi yang sudah membeli saham bank pemerintah.

"Kontribusi koperasi terhadap PDB nasional di tahun 2014 berjumlah 1,71%, tahun 2016 meningkat jadi 3,99?n tahun 2017 meningkat lagi jadi 4,48%," pungkasnya.

(Penulis: IthinK)