Sindikasi Perbankan Syariah Fasilitas Pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Sebesar Rp 906 Miliar
Rabu, 14 Juni 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 102 kali
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan sambutan dalam penandatanganan Akad Pembiayaan BIJB

BANDUNG, Medikomonline.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menyaksikan  Penandatanganan Akad Pembiayaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) antara PT BIJB dengan Sindikasi Perbankan Syariah di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Selasa (13/06/2017). 

"BIJB kan membutuhkan biaya cukup besar, kira-kira masih kurang biaya Rp1,4 triliun, kurang lebihnya. Nah kemudian itu dipenuhi oleh Sindikat Perbankan Daerah Syariah itu Rp906 miliar, jadi kurangnya kira-kira Rp500 miliaran lagi," kata Aher. 

Sebanyak tujuh bank yang tergabung dalam sindikasi perbankan syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp906 miliar untuk pembiayaan BIJB Kertajati. Ketujuh bank tersebut di antaranya: Bank Jateng Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalbar Syariah, Bank Sulbar Syariah, Bank Jambi Syariah, Bank Kalsel Syariah, serta Bank bjb Syariah.

Aher menuturkan, dana yang diperoleh tersebut akan dipergunakan secara proposional untuk percepatan pembangunan BIJB. "Sambil dana yang ada dipergunakan terus, sambil menunggu dana yang baru, karena tentu harus tuntas seluruhnya untuk menyelesaikan semua sisi darat yang dibangun oleh PT. BIJB," katanya.

Pembangunan BIJB dilaksanakan mulai tahun 2013 dengan pembangunan sisi udara oleh Kementerian Perhubungan RI. Sisi udara tersebut dilakukan setelah pembebasan lahan oleh Pemprov Jabar. Sedangkan untuk pembangunan sisi darat BIJB, Pemprov Jabar membentuk PT. BIJB.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, PT BIJB sendiri baru berusia 2 tahun 7 bulan, berdiri pada tanggal 24 November 2014. PT BIJB segera melaksanakan tugas untuk menyiakpan infrastruktur perusahaan dan melaksanakan pembangunan bandara.

Pembanguan dimulai pada bulan Desember 2015 dan direncanakan kontruksi akan diselesaikan pada bulan Desember 2017. Pelaksanaan pembangunan BIJB hingga hari ini, dibagi dalam 3 paket.

Paket pertama, pekerjaan infrastruktur, grading jalan dan simpang susun dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya, progress pekerjaan sudah mencapai 79,27%. Paket kedua, pekerjaan pembangunan gedung Terminal Utama dikerjakan oleh KSO WIKA-PP, yang hingga saat ini sudah mencapai 28,54%.

Kemudian paket ketiga, pekerjaan gedung-gedung support non-terminal dikerjakan oleh PT Waskita Karya, yang progressnya mencapai 69,10%. Total project cost dari pembangunan sisi darat ini sebesar Rp2,16 triliun, dan akan disupport dari modal dan pinjaman.

Virda mengatakan, sekitar 70 persen BIJB dibiayai oleh Pemprov Jabar dan sisanya 30 persen oleh pinjaman. "Pada hari ini, hari yang bersejarah dan penuh berkah bagi BIJB setelah sekian lama menjajaki Pembiayaan, BIJB menandatangani akad pembiayaan pembangunan BIJB bersama sindikasi bank syariah. Total akad pembiayaan hari ini adalah Rp906 Miliar," katanya.

"Dengan adanya pembiayaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat ini merupakan sebuah langkah besar dari PT. BIJB dan Pemprov Jabar yang dapat memastikan bahwa BIJB dapat beroperasi sesuai dengan target yaitu pada Q1 tahun 2018," ujar Virda.

"BIJB akan membuka gerbang dunia ke Jabar, 'From West Java International Airport To The World'," katanya.

(Penulis: IthinK)