medikomonline.com - Paguyuban Pembudidaya Ikan(PPI) dan Kelompok Maju Bersama menggelar acara sosialisasi penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) Jatiluhur di" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Sosialisasi Penertiban KJA Jatiluhur, Ketua PPI Minta Tinjau Ulang Zero Keramba
Jumat, 24 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 19 kali
Sosialisasi penertiban Keramba Jaring Apung diikuti Dandim 0619 Ari Maulana, Polres Purwakarta yang diwakili oleh Kapolsek Jatiluhur, Danramil, Badan Lingkungan Hidup, Satpol PP, perwakilan pemerintah daerah, juga Ketua PPI KJA Jatiluhur H Yana, beserta

PURWAKARTA, medikomonline.com - Paguyuban Pembudidaya Ikan(PPI) dan Kelompok Maju Bersama menggelar acara sosialisasi penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) Jatiluhur di Purwakarta, Rabu (23/3/2017). Hadir dalam acara tersebut Dandim 0619 Ari Maulana, Polres Purwakarta yang diwakili oleh Kapolsek Jatiluhur, Danramil, Badan Lingkungan Hidup, Satpol PP, perwakilan pemerintah daerah, juga Ketua PPI KJA Jatiluhur H Yana, beserta ratusan orang petani KJA Jatiluhur.

Penertiban KJA ini dilaksanakan di lokasi Danau Jatilihur Tanggul Kayat, dengan menghadirkan 4 zona petani KJA, yaitu zona 1.2, 3, dan 4. Hal ini diungkapkan oleh Dandim 0619 Purwakarta  Ari Maulana  sebagai Satgas penertiban KJA yang juga pembicara dalam acara sosialisasi penertiban tersebut.

Ari tetap akan menertibkan karamba yang ada di Jatiluhur, terutama yang sudah tidak layak pakai atau rusak, dan tidak ada ijin. Sebagai bagian unsur masyarakat, tentunya dalam melakukan penertiban ini akan mengedepankan cara-cara persuasif, melalui dialog dan melayangkan surat sebelum penertiban tersebut.

“Selama waktu yang ada 2 tahun ke depan, Dandim akan melakukan penertiban hingga pada zero keramba dan kembali pada danau Jatiluhur jernih,” pungkasnya.

Di sela-sela waktu yang bersamaan, Ketua PPI KJA Jatiluhur Yana Setiawan menyampaikan pada para wartawan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam melakukan penertiban KJA di wilayahnya. Tapi Ketua PPI berharap kalau zero keramba ditinjau ulang, sebab  masih banyak para petani (masyarakat) yang menggantungkan hidupnya pada pembudidayaan ikan. 

“Pergantian lahan usaha dari yang sekarang sebagai petani karamba jaring apung pada usaha lain itu perlu waktu, sedangkan kebutuhan untuk hidup tidak bisa ditinggalkan atau pengganti dengan usaha baru,” pungkas Yana S.

(Penulis: Daup Herlambang/Editor: Mbayak Ginting)