A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Medikom
Tatan Pria Sudjana dari Tasikmalaya Terpilih Sebagai Ketua KADIN  Jawa Barat
Sabtu, 09 Februari 2019 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ketua KADIN Jabar Ir H Tatan Pria Sudjana SE (tengah) diapit Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon H Dadang (kiri) dan Ketua KADIN Kabupaten Cirebon H Ahmad Sudiono.

CIREBON, Medikomonline.com – Kadin Propinsi Jawa Barat mengadakan even MUSPROP VII untuk melanjutkan keberlangsungan roda dan dinamisasi organisasi sesuai AD ART yang ada.  Musprop dilaksanakan di Hotel Aston Cirebon, Kamis (7/2/2019) dengan agenda utamanya memilih ketua dan membentuk kepengurusan baru periode 2019-2023.

Acara ini dihadiri dan dibuka Menteri Perdagangan Enggartiarto Lukito, juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ety S Wakil Walikota Cirebon dan Dicky Saromi  Pj Bupati Cirebon, Ketua Kadin Pusat dan seluruh Ketua-ketua Kadin kabupaten dan kota se Jawa Barat. Hadir juga organisasi-organisasi pendukung seperti Asosiasi Jasa Konstruksi yang ada di tingkat propinsi.

Menurut Herry Suherlan, Ketua Komite Properti dan Resort yang menjadi salah satu panitia Musprop VII menjelaskan, untuk Musprop kali ini juga menghadirkan UKM-UKM yang ada di Propinsi Jawa Barat.

Ada batik dari Trusmi, jaket kulit dari Garut dan industry-industri makanan ringan. Juga ada empal gentong yang dikemas dalam bentuk kaleng produksi APUD, dan menunjukkan potensi  ekonomi Cirebon akan lebih menonjol di tahun mendatang. Keberadaan UKM-UKM ini untuk menyentuh para pedagang local yang memiliki potensi ekonomi yang bagus dan unggul dalam dunia usaha khususnya industry local.

Musyawarah ini bertujuan untuk membuat perencanaan ke depan, juga untuk memilih calon ketua umum baru. Kandidat ketua yang muncul ada 3 calon, yaitu Rudi Rakian pengusaha property, Borris Syaifullah pengusaha yang bergerak di bidang komponen telekomunikasi, dan Ir H Tatan Pria Sudjana SE pengusaha bidang property.

Untuk kepemimpinan Agung Suryamal dinilai cukup bagus dan sudah memiliki gedung sendiri.  Kadin Jabar yang menjadi terbaik di Indonesia, namun tidak serta merta kinerja ketua saja tapi hasil kerja team work yang ada.

Harapan dari Agung Suryamal, Ketua Kadin Jabar yang akan menyerahkan estafet kepemimpinannya menjelaskan, harapannya agar Musprop kali ini bisa melahirkan pengusaha yang akan menjadi Ketua Kadin Jawa Barat ini harus lebih baik ke depan dalam membawa organisasi, minimal sama dengan yang dipimpinnya dan harus berpengalaman.

Setelah Agung Suryamal dinyatakan demisioner dari Ketua Kadin, dirinya baru mengucapkan calon kandidat yang didukungnya, yakni Rudi Rakian dengan alasan senioritas dan berpengalaman dalam bidang organisasi sudah puluhan tahun.

Acara pemilihan ketua sempat mengalami deadlock dan diskorsing panitia pemilihan yang diketuai Ir H Ahmad Sudiono, Ketua Kadinda Kabupaten Cirebon. Ahmad Sudiono menjelaskan, masih terjadi tarik ulur persoalan status dan lamanya kepengurusan.

Salah satu kandidat Borris Syaifullah yang pernah mengundurkan diri dari kepengurusan saat menjadi Direksi salah satu perusahaan Korea di Seoul Korea, kepengurusan yang melekat pada dirinya baru berumur 3 tahun, sementara para peserta ada yang ngotot supaya kepengurusan minimal harus 5 tahun. Skorsing dilakukan untuk melakukan diskusi meminta saran dengan KADIN Pusat.

Saat skorsing yang waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB, Medikom mendekati Herry, ketua salah satu jasa konstruksi di Kota Cirebon yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila. Herry menjelaskan, semestinya dari awal kalau memang tidak bisa mencalonkan karena alasan kurangnya waktu kepengurusan yang mesti  5 tahun, supaya menjadi sama-sama enak.

“Ini sih sudah mendaftar jadi calon dengan mengeluarkan biaya pendaftaran Rp250 juta menjadi calon, belum lagi untuk lobi-lobi yang telah dilakukan sehingga sangat memberatkan bila terjadi penjegalan,” katanya.

Saat skorsing terjadi dan sebelum sidang pleno dimulai, suara yang muncul hanya dari 2 kandidat saja, Rudi Rakian dan Borris Syaifullah, sementara Tatan PS adem ayem saja alias ga terlalu diunggulkan. Tapi menurut salah satu intel menjelaskan, akan muncul kuda hitam dalam pemilihan ini.

Saat memasuki ruang sidang pleno lagi, Borris Syaifullah menjelaskan, “Ada yang ketakutan dengan pencalonan saya, tapi tetap optimis maju terus.” Akhirnya pencalonan Borris tetap diterima dan acara dilanjutkan hingga pemilihan baru dimulai pukul 02.15 WIB. Hasil pilihan putaran pertama, Tatan PS mendapat 45 suara, Rudy R 23 dan Borris S 24 suara sehingga harus dilakukan pemilihan ulang karena belum menghasilkan suara terbanyak 50 persen + 1. Satu kandidat Rudi Rakian gugur karena memperoleh suara rendah.

Hasil pilihan putaran kedua setelah dilakukan jeda sekitar 10 menit untuk melakukan lobi-lobi dari kedua kandidat, akhirnya menghasilkan suara terbanyak. Tatan PS meraih sebanyak 65 suara dan Borris hanya mendapat tambahan limpahan suara 2 menjadi 24 suara, sehingga Tatan PS dinyatakan sebagai Ketua Umum Kadin Jawa Barat.

(Penulis: Hatta/Editor: Mbayak Ginting)