Tim Terpadu Segera Selesaikan Pembebasan Lahan Jalur Ganda Kereta Api Cicurug-Cigombong
Kamis, 09 Agustus 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 53 kali
Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa yang juga Ketua Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan pembangunan jalur ganda kereta api Cicurug-Cigombong. (foto: Ist/Hms Jbr)

SUKABUMI, Medikomonline.com – Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan mengatakan, warga terdampak pembebasan lahan jalur ganda kereta api Cicurug-Cigombong sudah setuju untuk direlokasi, sehingga pembebasan lahan harus segera diselesaikan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa yang juga Ketua Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan mengatakan, proses pembebasan lahan harus segera diselesaikan guna menghindari adanya provokasi yang akan mengganggu pembangunan.

Pembangunan jalur ganda kereta api Cicurug-Cigombong fase pertama sepanjang 7,5 KM ditargetkan rampung tahun 2018 ini. Namun proses pembangunan masih terhambat pada pembebasan lahan yang akan digunakan.

Menurut Iwa, salah satu persyaratan untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan adalah adanya Ketetapan Gubernur. Pihaknya menargetkan penetapan tersebut akan selesai pekan ini, agar pembayaran dapat langsung diserahkan kepada 514 keluarga terdampak.

"Atas laporan teman-teman (tim terpadu), Alhamdulillah masyarakat sudah setuju," kata Iwa  saat melakukan peninjauan lokasi penertiban dan pembangunan Jalur Ganda Kereta Api, di Stasiun Cicurug Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/8/2018).

"Salah satu persyaratan untuk melakukan pembayaran (pembebasan lahan) adalah adanya penetapan Gubernur. Target di minggu ini selesai, sehingga minggu depan (pembayaran) sudah diserahkan pada masyarakat," sambungnya.

Iwa menjelaskan, pentingnya pembangunan jalur ganda kereta api ini sebagai program strategis nasional. Proyek ini bukan hanya merealisasikan arahan dari Presiden RI, melainkan juga menyediakan sarana transportasi orang dan barang di daerah Cicurug hingga Cigombong.

Kemudahan dan percepatan transportasi barang dan orang ini, menurut Iwa, dapat berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi masyarakat Cicurug dan Cigombong. "Ini bukan hanya karena arahan pak presiden, tapi juga bagaimana kita membantu masyarakat banyak, utamanya dalam angkutan barang dan orang," tegas Iwa.

Sementara Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Heru Wisnu mengungkapkan, Proyek Jalur Ganda Kereta Api Cicurug-Cigombong ini akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga pada proses pembangunannya diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait guna menjaga ketertibannya.

"Ini adalah program strategis nasional yang dibutuhkan masyarakat luas, termasuk yang di sekitar sini. Mohon bantuan semuanya dalam penertiban, karena (pembangunan fase satu) ini harus selesai di tahun ini," kata Wisnu.

Secara keseluruhan, tambah Wisnu, jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi memiliki panjang 56 KM, dengan fokus fase satu di Jalur Cicurug-Cigombong sepanjang 7,5 KM. Nantinya jalur ini akan menjadi salah satu solusi angkutan barang dan orang di Sukabumi dan Bogor.

Selain itu kata Wisnu, kapasitas dan intensitas perjalanan kereta akan bertambah yang sebelumnya 6 kali sehari menjadi 12 kali sehari. Jumlah orang yang diangkut sebelumnya hanya berkisar 3.516 orang, diperkirakan dapat meningkat hingga 11.520 orang per hari. Dengan demikian ada kenaikan secara signifikan hampir 400%.

Sedangkan untuk waktu tempuh dari Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya, yang sebelumnya berdurasi 2 sampai dengan 3 jam, akan terpangkas menjadi hanya 1 jam 20 menit. Bahkan, waktu tempuh untuk lintas Sukabumi hanya membutuhkan waktu 1 jam saja.

(Penulis: IthinK)