15 Siswa SD Keracunan Usai Santap Spageti
Rabu, 15 Agustus 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 51 kali
Siswa sekolah dasar di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi dirawat di rumah sakit karena keracunan jajanan spageti.

BEKASI, Medikomonline.com – Sebanyak 15 siswa sekolah dasar di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi mengalami keracunan usai menyantap jajanan pasta instan jenis spageti, Selasa (14/8/18). Jajanan itu dijual para pedagang di sekitar sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “Medikomonline”, Rabu (15/8/18), kejadian bermula saat para siswa keluar kelas pada jam istirahat. Para siswa itu lantas membeli jajanan spageti pedas di salah seorang penjual di sekitar sekolah. Setelah mengonsumsi jajanan tersebut, belasan siswa mengeluhkan sakit pada bagian perut.

“Ada yang mengeluh sakit, ada yang mual ingin muntah. Anak saya sempat muntah, katanya muntah. Tapi syukurnya engga apa-apa, teman-temannya baru pada ke rumah sakit, berobat,” kata Rudi (41), salah seorang orang tua siswa.

Camat Cikarang Timur Ani Gustini mengatakan, total ada 15 orang yang mengalami gangguan kesehatan usai mengkonsumsi jajanan sekolah tersebut. Sembilan di antaranya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit.

“Total ada 15 siswa yang keracunan. Alhamdulillah 6 siswa keadaannya berangsur membaik dan tidak sempat dilarikan ke rumah rakit. Sementara yang dirawat ada 9 siswa dikarenakan kondisinya belum stabil. Ada yang masih mual dan pusing, namun semuanya sudah penanganan dokter,” kata Ani.

Kecamatan telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi untuk menelusuri kasus ini. “Kami berkoordinasi dengan Polsek Cikarang Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terkait adanya siswa yang keracunan di SD Negeri 02 dan SD Negeri 03 Tanjungbaru. Kami juga langsung mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah dan orang tua murid agar menjaga anaknya sehingga berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Ini harus dijadikan pelajaran bersama-sama khususnya orang tua murid yang ada di wilayah Cikarang timur,” ucapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Timur Komisaris Warija mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Diungkapkan Warija, ada sekitar 15 siswa yang mengeluhkan rasa sakit, layaknya korban keracunan. Namun demikian, sembilan siswa di antaranya mengeluhkan rasa sakit yang makin menjadi sehingga dibawa ke rumah sakit. Sedangkan enam siswa lainnya berangsur pulih sehingga hanya dirawat di unit kesehatan sekolah.

Berdasarkan informasi di lapangan, lanjut dia, rasa sakit yang dikeluhkan para siswa diduga dari jajanan spageti yang disantap. Meski demikian, polisi masih melakukan penelusuran lebih dalam.

“Jadi korban habis makan pasta spageti yang dibeli dari pedagang keliling yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Kebetulan ada pedagang spageti yang baru berjualan dua hari. Tapi, kami masih selidiki untuk dikembangkan kasusnya. Dugaan sementara karena keracunan mi spageti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sri Enny Mainiarti menyatakan, pihaknya masih menelusuri kandungan yang terdapat di dalam spageti yang diduga menjadi penyebab keracunan.

“Sampai saat ini belum bisa kami pastikan karena masih dalam penelitian di laboratorium. Nanti hasilnya akan kami sampaikan ke kepolisian untuk tindak lanjut lebih jauh,” ucap dia.

(Penulis: Dun/Editor: Mbayak Ginting)