Aksi Moral LSM GMBI Purwakarta Gedor Kejaksaan Negeri
Kamis, 07 Maret 2019 | 16 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 27 kali
Ratusan Anggota LSM GMBI Distrik Purwakarta mendesak Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk membuat sprindik lanjutan/baru untuk 45 Anggota DPRD Purwakarta dalam kasus SPPD fiktif. (Foto: Dadang Nasir)

PURWAKARTA, medikomonline - Ratusan Anggota LSM GMBI Distrik Purwakarta melakukan aksi moral di Kejaksaan Negeri Purwakarta menyikapi kasus SPPD fiktif, Kamis (06/03/2019). Aksi kali ini adalah sebagai bentuk pernyataan sikap “Peduli Purwakarta” yang tercoreng oleh sikap 45 Anggota DPRD Purwakarta.

Kekecewan LSM GMBI Distrik Purwakarta didasari oleh adanya penandatangan kwitansi kosong yang mengakibatkan Negara dirugikan Rp2,4 milyar yang saat ini sedang ditangani Pengadilan Tipikor Bandung.

Ketua LSM GMBI Purwakarta H Elan Sofyan mendesak Kejaksaan Negeri Purwakarta untuk membuat sprindik lanjutan/baru untuk 45 Anggota DPRD Purwakarta, dengan hasil fakta persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung yang menyatakan seluruh anggota dewan Purwakarta telah mengakui menandatangani kwitansi kosong.

"Usut tuntas aktor intelektual kasus SPPD piktif. Usut tuntas aliran dana Rp2,4 milyar. Kami LSM GMBI mengutuk keras kelakuan wakil rakyat di Kabupaten Purwakarta yg telah merugikan masyarakat Purwakarta, umumnya Rakyat Indonesia," kata  Elan.

Lanjut Elan, LSM GMBI mendukung pemerintah dalam upaya penegakan hukum tindak pidana korupsi, agar supremasi hukum berdiri tegak di Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kami akan dukung supremasi hukum ditegakan setegak-tegaknya, agar tidak ada ketimpangan dalam penegakan hokum," ucapnya.

Tambah Elan, pihaknya akan melanjutkan aksi yang lebih besar apabila Kejaksaan Negeri Purwakarta setengah dalam menuntaskan kasus korupsi ini. "Kami LSM GMBI akan terus mengawal kasus tindak pidana korupsi ini, bila perlu kami akan medatangi gedung KPK untuk melaporkan kasus dugaan korupsi ini," pungkasnya.

(Penulis: Dadang Nasir/Editor: Mbayak Ginting)