Anggaran Pekerjaan Jalan di Pangandaran Diduga Digelapkan
Selasa, 22 Agustus 2017 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 340 kali
Proyek Jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur, Pangandaran senilai Rp947.525.000 baru mulai dikerjakan CV Sri Eliya tanggal 15 Agsutus 2017, padahal waktu pelaksanaan mulai 06 Juni sampai 03 September 2017.

PANGANDARAN, Medikomonline.com - Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap pekerjaan berbasis proyek pekerjaan tahun 2017 harus jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu dilakukan untuk mewujudkan Pangandaran mendunia dengan infrastruktur berkualitas baik.

Sayangnya, upaya tersebut belum sesuai. Fakta di lapangan, dengan ditemukan ada beberapa pekerjaan yang belum dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Bahkan, ironisya, ada satu titik pekerjaan yang hingga saat ini baru dikerjakan, sedangkan anggaran untuk perkerjaan tersebut sudah digelontorkan dua bulan sebelumnya.

Tim Medikom, melakukan investigasi pada beberapa pekerjaan yang diduga anggaranya digelapkan. Bidikan tim investigasi tertuju pada satu titik pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur. Pekerjaan yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2017 dengan nilai Rp947.525.000 dengan waktu pelaksanaan 06 Juni s.d. 03 September 2017 dikerjakan oleh CV Sri Eliya terpantau baru 2 hari atau Selasa 15/8 dikerjakan. Pelaksanaan pekerjaan terkesan terburu-buru dan dibiarkan tanpa adanya pengawasan yang ketat dari dinas terkait.

Usut punya usut, dana APBD 2017 Pangandaran untuk pelaksanaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur sudah cair dengan capaian 80%. Namun, pekerjaan tersebut hingga Tim Medikom melakukan invstigasi selama dua hari, yaitu tanggal 13-14 Agustus lalu, belum terlihat ada kegiatan pembangunan. Bongkahan matrial serta papan informasi masih tergeletak utuh. 

Pemilik CV Sri Eliya, Elis mengaku bahwa pihaknya telah melakukan kesalahan dengan belum melaksanakan kegiatan pembangunan. Pengakuan itu bukan tanpa alasan, Elis mengatakan biaya pembangunan yang telah dicairkan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran “mandeug” oleh salah satu rekan sub barang. Bahkan, dia menuturkan telah merasa ditipu atas perbuatan mitra kerjanya.

“Sebetulnya dana pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangandaran sudah cair 80%, tetapi dana tersebut berada di rekan saya yang bernama Ajat. Itu alasan saya kenapa belum mengerjakan kegiatan pemeliharaan berkala jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur,” ungkap dia seraya mengaku bahwa dirinya telah mencairkan dana kegiatan pekerjaan tersebut sebesar 80 ?ri total anggaran. Namun, alasan kenapa belum dikerjakan kalau dana tersebut telah diberikan kepada rekan kerja dan “mandeug”.

Dia berharap, segera melaksanakan kegiatan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Elis meyakinkan akan berusaha bahwa pekerjaan akan dilaksanakan sesuai batas waktu yang telah ditentukan sesuai kesepakatan kontrak.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran Jaja Nurulhuda membantah sudah mencairkan dana pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur sebesar 80%. Dia menerangkan, pihaknya baru mencairkan dana pekerkajaan tersebut sebesar 30%.

“Kami membantah telah mencairkan dana pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur sebesar 80%, tetapi baru 30% pada pihak kontraktor,” ucap dia pada sejumlah wartawan, Rabu (16/08/2017).

Kemudian saat disinggung soal fungsi pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang dianggap molor, pihak Dinas Pekerjaan Umum tidak bisa menjawab. Kendati demikian, Jaja dengan tegas kepada kontraktor pelaksana kegiatan pekerjaan itu harus segera merealisasikannya. “Mengingat waktu kontrak pekerjaan sudah ditetapkan sejak tanggal 6 Juni dan batas akhir pekerjaan 3 September 2017,” katanya.

Terpantau Medikom pada tanggal 15/8/2017 sejumlah pekerja baru melakukan pengecoran pemeliharaan Jalan Cempaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur dengan panjang 10 meter dari 500 meter. Padahal, kontrak kerja berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Kontruksi (SPPK) turun pada tanggal 6 Juni 2017 dengan batas akhir 3 September bulan mendatang, atau tinggal 18 hari lagi.

 

KBKD tuding Kadis PU

Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran Hendar Sehendar menuding Dinas Pekerjaan Umum telah memberikan pelaporan yang tidak benar terkait pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur. Akan tetapi, Hendar akan melakukan melihat bukti pencairan dana pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Kami akan mencari dahulu data pembuktian pencairan, apakah benar sudah dicairkan atau belum,” kata dia saat dihubungi Medikom Rabu (16/08/2017). Hendar menerangkan, dalam proses pencairan pihaknya tidak mengetahui secara gamblang teknis pekerjaannya. Karena secara mekanisme sistem yang mengajukan pencairan dana dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum.

“Dalam mekanismenya, PPK mengajukan pencairan dana pada kami dengan melampirkan progres pekerjaan. Dalam pelaksanaan apabila ada pengajuan pencairan logikanya berarti sudah ada kegiatan pekerjaan dan PPK yang bertanggung jawab atas realisasinya. Namun, apabila tidak direalisasikan artinya Dinas Pekerjaan Umum membuat pelaporan tidak benar,” tegas dia.

 

Bank Bjb akui kecolongan

Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya digelapkan, mulai menemui titik terang. Aliran dana yang bersumber dari APBD 2017 Kabupaten Pangandaran dengan jumlah Rp 947.525.000 yang disimpan di Bank bjb ternyata sudah dicairkan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1432 H.

Hal ini diterangkan Pemimpin Bank BJB Cabang Pangandaran Dede E Wahyudin saat dimintai keterangan Rabu (16/08/2017). Dede menerangkan, sistem pencairan dana pemerintah ada beberapa tahapan di antaranya ialah pengajuan dari dinas teknis pengguna dana pekerjaan tersebut. Kemudian dilakukan verifikasi oleh dinas pengelola keuangan kemudian diajukan pada pihak Bank bjb.

“Untuk dana pekerjaan tersebut sudah dicairkan bahkan mencapai 80?rdasarkan pengajuan Dinas Pekerjaan Umum melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pangandaran,” ungkap Dede.

Namun, setelah mengetahui bahwa pencairan dana itu tidak direalisasikan bedasarakam kontrak kerja, Dede mengaku Bank bjb merasa kecolongan. Artinya, pengajuan pencairan dana tersebut dianggap fiktif dan ada indikasi pemalsuan dokumen pencairan.

Dede berasumsi, pencairan dan ini dilakukan serta dilampiri oleh progress capaian pekerjaan. “Bila sudah 80?rarti pekerjaan sudah selesai, tetapi belum dikerjakan jelas kami kecolongan. Bank bjb akan melakukan tinjauan khusus terhadap pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur,” ucap Dede seraya menambahkan dan adanya kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang belum dikerjakan.

Dia mengakui aliran dana pelaksanaan pekerjaan pemeliharaaan berkala Jalan Cempaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur sudah dicairkan 80?ri nilai pekerjaan Rp947.525.000 yang bersumber dari APBD 2017 Kabupaten Pangandaran.

Dede mengungkapkan, pencairan uang muka pekerjaan pada pihak CV Sri Eliya sebagai pemenang tender melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pangandaran, yaitu 30?ri pagu anggaran pekerjaan. Sedangkan 50?alah pencairan kelayakan pekerjaan yang dimohonkan oleh pelaksana pekerjaan.

“Kami akui kecolongan dengan telah dicairkannya kelayakan pekerjaan yang mencapai 80?ri nilai kontrak tanpa menempuh proses verifikasi data di lapangan apakah sudah dikerjakan atau belum,” jelasnya, Rabu (16/08/2017).

Diketahui, Surat Perjanjian Pekerjaan Kontruksi (SPPK) yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran turun pada tanggal 6 Juni dengan masa pekerjaan 90 hari kalender yaitu 3 September 2017.

Dede merasa kaget saat mendengar pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri Kecamatan Cigugur baru dikerjakan pada tanggal 15-16 Agustus 2017. Padahal, dia telah mencairkan keuangan negara 80?ri nilai kontrak dengan dasar adanya permohonan pencairan dari pihak CV Sri Eliya ke Bank bjb setelah Idul Fitri 1432 H.

(Penulis: Agus Kucir/Editor: Mbayak Ginting)