Bola Panas Pengungkapan Dugaan Korupsi Jalan Selajambe-Cibogo-Cibeet Ada di Kejati Jabar
Selasa, 07 November 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 83 kali
Foto kiri: Retakan jalan. Foto kanan: Kasi Penkum Kejati Jabar Raymond Ali menerima berkas laporan dugaan korupsi Proyek Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet dari Ketua Umum ARM  Furqon Mujahid didampingi Korda ARM Tasikmalaya Dedi Supariadi di kantor Kejati

BANDUNG, Medikomonline.com – Berkas laporan dugaan korupsi Proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet telah dilaporkan oleh Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) kepada Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Raymond Ali di kantor Kejati Jabar, Bandung, Kamis (19/10/2017) lalu. “Kini bola panas pengungkapan kasus dugaan korupsi Proyek Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet ada di Kejati Jabar di bawah pimpinan Loeke Larasati Agoestina,” kata Ketua Umum ARM Furqon Mujahid kepada Medikom, Sabtu (4/11/2017).

Mujahid menjelaskan, ada sejumlah indikasi penyimpangan Proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet tahun 2016 yang dikerjakan kontraktor PT Anten Asri Perkasa dengan nilai sekitar Rp17,1 milyar telah dilaporkan ke Kejati Jabar. Indikasi tersebut di antaranya, kerusakan jalan, pengurangan volume aspal, dan kontraktor tidak melakukan kewajiban pemeliharaan jalan.

“Oleh karena itu, Kejati Jabar harusnya cepat melakukan pemeriksaan para pejabat  Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, khususnya pejabat Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan (BPJ WP) I yang terkait dengan dugaan korupsi Proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet. Jika Kejati Jabar lambat merespons laporan masyarakat, ARM akan masalah tersebut ke Kejaksaan Agung,” tegas Mujahid.    

Lebih rinci Mujahid menguraikan, pengurangan volume pekerjaan aspal dalam proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet diduga menjadi salah satu modus dugaan korupsi oleh oknum pejabat BPJ WP I – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar dan pelaksana proyek PT Anten Asri Perkasa. Hasilnya, kerusakan jalan banyak terjadi berupa retakan pada badan jalan baik perkerasan beton maupun aspal. Meskipun kerusakan jalan terjadi, anehnya BPJ WP I dibawah kepemimpinan Yongga Bhakti membiarkan kontraktor PT Anten Asri Perkasa tidak melakukan pemeliharaan jalan yang masih menjadi tanggung jawab  kontraktor selama satu tahun.

Tekait pengurangan volume pekerjaan ini, kata Mujahid, Badan Pemeriksa Keuangan telah menemukan bahwa kontraktor PT Anten Asri Perkasa melakukan pengurangan volume pekerjaan Aspal Laston – Lapis Aus (AC-WC) sebanyak 171,41 m?3; dan pengurangan volume pekerjaan Aspal Laston – Lapis Antara (AC BC) Levelling sebanyak 31,80 ton. “Parahnya lagi,  meskipun volume aspal dikurangi oleh kontraktor, tapi Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I tetap membayar pekerjaan aspal yang dikurangi kontraktor tersebut. Jadi indikasi korupsinya sangat jelas sekali,” kata  Mujahid.

(Penulis: TIM)