Bos Pengusaha Rumah Makan BPK Dibantai di Kamarnya
Jumat, 08 Maret 2019 | 15 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 71 kali
Korban Mulyati Sinuhaji (59 tahun) setelah selesai divisum di RS Efarina Etaham Berastagi. (Foto: Tekwasi Sinuhaji)

BERASTAGI, medikomonline – Kasus pembunuhan terjadi di  wilayah hukum Polsek Berastagi. Mulyati Sinuhaji (59 tahun),  Warga Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara ditemukan tak bernyawa berlumuran darah di kamar tidurnya oleh anaknya, Kamis (7/3/2019).

Sontak DS, anak korban Mulyati tak tanggung-tanggung terkejut  melihat kejadian itu. Antara takut dan panik serta  khawatir, DS lalu menghubungi keluarga dan  melakukan kontak dengan pihak Polsek Berastagi dan pemerintahan   Desa Raya, Kabupaten Karo,  Kamis (7/3/2019).

Setelah informasi sampai ke pihak kepolisian, jajaran Polsek Berastagi langsung melakukan olah  tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi serta membawa korban Mulyati ke Rumah Sakit Efarina Etaham yang tidak jauh dari lokasi TKP.

Menurut keterangan yang  dihimpun wartawan di lapangan, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka di samping kening sebelah kanan, lebar  6 cm. Menurut informasi dari pihak keluarga korban, Mulyati juga kehilangan cincin tiga buah di jarinya yang terbuat dari emas dan berlian.

Kapolsek Berastagi Kompol Aron T Siahaan sewaktu dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Reskrim Polsek Berastagi Iptu J Munte mengatakan,  dalam penanganan kasus ini pihaknya akan memintai  keterangan  para saksi  untuk memudahkan penyelidikan. Semua pihak diminta bersabar dan mau bekerja sama dengan polisi dalam memberikan  informasi.

Kapolsek juga mengatakan, untuk sementara dugaan pelaku adalah bekas pegawai si korban. Sebagai informasi korban selama ini sudah menduda dan kerab  tinggal di rumah  makan itu sendirian. Korban Mulyati sehari-hari membuka  usaha rumah makan BPK  di Desa  Raya, Kecamatan Berastagi.

Korban juga memiliki  beberapa pegawai. Menurut  keterangan warga sekitar lokasi, beberapa hari ini pegawai rumah makan itu tidak terlihat. Biasanya mereka terlihat  melakukan kegiatan, tapi tidak ada informasi karyawannya yang dipecat.

(Penulis: Tekwasi Sinuhaji/Editor: Mbayak Ginting)