Medikomonline.com - Upaya untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan bagi masyarakat,  Satuan Polisi Pamong Praja (" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Ciptakan Ketentraman dan Ketertiban, Satpol PP Kota Sukabumi Tertibkan Pedagang Kaki Lima
Jumat, 26 Oktober 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 46 kali
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi Yadi Mulyadi S STP MSi (kanan) didampingi Kasi Penegak Perda. (Foto: Iyans)

SUKABUMI,  Medikomonline.com - Upaya untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan bagi masyarakat,  Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Kepolisian Resort Kota Sukabumi, Polisi Militer, Kejaksaan dan Pengadilan, melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) yang  berjualan di badan jalan dan trotoar di Jalan Yulius Usman dan Jalan Ir H Juanda, Kota Sukabumi, Kamis (25/10/2018).

Dalam kegiatan tersebut, 18 PKL di Jalan Yulius Usman dan 12 PKL di Jalan Ir H Juanda, yang berjualan di badan jalan langsung mengikuti proses persidangan tindak pidana ringan di tempat. Sementara para PKL yang berjualan ditrotoar ditertibkan, agar memberikan ruang jalan bagi para pejalan kaki.

Demikian dituturkan Yadi Mulyadi S STP MSi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi di Dago Jalan Ir H Juanda Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Yadi lebih jelas kepada medikomonline.com menuturkan, arah tujuan dilaksanakan kegiatan ini, yakni untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat secara umum. Jangan sampai aktivitas para PKL yang tidak menaati peraturan, mengganggu ketertiban umum dan menyita hak para pejalan kaki. Sebab, trotoar itu merupakan hak para pejalan kaki.

“Apabila trotoarnya dipenuhi para pedagang kaki lima, jelas hal itu akan mengganggu arus para pejalan kaki. Oleh karenanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Satpol PP Kota Sukabumi melakukan penertiban dan bekerja sama dengan instansi serta institusi lainnya untuk melakukan penertiban sekaligus menggelar sidang tindak pidana ringan di tempat, dengan sanksi denda di kisaran Rp50.000 hingga Rp150.000,” jelas Yadi.

Lanjutnya lagi, besaran sanksi putusan Jaksa dan Hakim pada sidang tindak pidana ringan di tempat yang disanksikan kepada para pedagang yang melanggar tersebut, merupakan sanksi bertingkat. Pada kegiatan sebelumnya, besaran sanksi yang dibebankan kepada para pedagang kaki lima yang melanggar, itu di kisaran Rp 20.000.

Dijelaskan Yadi, diberlakukannya sanksi bertingakat tersebut diharapkan ke depan dapat memberikan efek jera kepada para pedagang kaki lima yang tidak menaati aturan-aturan yang berlaku.

Dia meyakini putusan Jaksa dan Hakim saat proses sidang tindak pidana ringan di tempat, itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. “Dengan harapan ke depan, mereka akan lebih tertib dan tidak melakukan pelanggaran aturan-aturan yang berlaku,” katanya.

Kata Yadi lagi, perlu diketahui bersama, setiap kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Sukabumi, bukan berarti melarang para PKL untuk berjualan di Kota Sukabumi. "Para pedagang kaki lima silahkan  berjualan, namun harus mengikuti dan menaati norma-norma serta peraturan-peraturan yang berlaku. Jangan sampai para pedangang kaki lima ini hanya menuntut hak individunya saja, tetapi hak-hak dan  kepentingan orang banyak diabaikan atau lebih jauhnya dirampas,” katanya.

“Coba kita perhatikan bersama manakala trotoar dipenuhi para pedagang kaki lima, secara otomatis para pejalan kaki akan berjalan di badan jalan. Tentu hal itu akan mengganggu arus lalu lintas dan lebih celakanya lagi kalau pejalan kaki tertabrak kendaraan bermotor, kan pada akhirnya yang dirugikan masyarakat secara umum. Oleh sebabnya, mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan dan keamanan. Diyakini dengan begitu akan memberikan kenyamanan khususnya kepada masyarakat Kota Sukabumi itu sendiri, dan umumnya bagi seluruh masyarakat yang berkunjung ke Kota Sukabumi,” imbuhnya.

(Penulis: Iyan S/Editor: Mbayak Ginting)