DPD PANNA Garut Terbentuk, Pengusaha Asal Kecamatan Cisewu Garut Hibahkan Satu Unit Mobil Operasional
Senin, 23 April 2018 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 190 kali
Dewan Pengurus Daerah Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut. (foto: Engkus)

GARUT, Medikomonline.com - Pembentukan Pengurus   Anti Narkoba di Kabupaten Garut dimaksudkan untuk membangun dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dengan membentuk pengurus anti narkoba, diharapkan mampu mempelopori dan berperan serta aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat.

Terkait hal tersebut, tokoh masyarakat perwakilan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Garut mengadakan pertemuan dalam rangka pembentukan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut di Aula Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Sabtu (21/4/2018).

Ketua terpilih, Igie N Rukmana S Kom dalam sambutannya mengatakan , kepengurusan ini akan segera dikukuhkan sebagai mitra Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian dan Pemkab Garut, agar semua yang ada dalam kepengurusan dapat bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

PANNA bagian dari Yayasan Amartha yang independen dan fokus untuk melakukan upaya pecegahan  merebaknya penggunaan narkoba di Indonesia. Siapapun yang memiliki komitmen untuk menolak beredarnya narkoba, maka harus mendukung program dan gerakan PANNA.

“Selain memberikan upaya pencegahan, ke depannya kami juga akan memberikan program konseling dan sosialisasi ke sekolah-sekolah  SD sampai tingkat SMA se-Kabupaten Garut untuk penyuluhan dan pencegahan narkoba,” kata Igie.

Lanjut Igei, kegiatan pembentukan pengurus PANNA ini atas dasar intruksi pengurus DPW PANNA Jawa Barat dan landasan AD/ART yang ada di Yayasan Amartha. “Sebelumnya kami pun telah mengirimkan surat tembusan kepada BNNK Garut, Kapolres Garut melalui Kasat Narkoba Polres Garut, dan Kesbangpol Kabupaten Garut,” ujar Igie.

Dalam   pengurusan  PANNA tersebut, melibatkan masing-masing tokoh yang berasal dari berbagai profesi seperti pengacara, bidan, staf  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, wartawan, aktivis, pengusaha hingga sekretaris desa, turut ambil bagian dengan menjadi pengurus PANNA Kabupaten Garut.

Salah seorang pengusaha daerah asal Garut Selatan Kecamatan Cisewu yang terpilih menjadi Bendahara PANNA Kabupaten Garut Hendra Tristanta, langsung  menghibahkan 1 unit mobil Avanza guna menunjang operasional kegiatan sosialisasi PANNA.

‘Pengurus (PANNA Kabupaten Garut-red) mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Garut beserta staff, dan Kasubag Urdal Setda Garut, Atut Risnandar, yang telah memfasilitasi kegiatan ini  dengan berjalan  sukses,” ungkap Igie.

Ditemui tepisah, Anggota Badan  Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Garut Bripka Dedi Supriatna SH mengapresiasi adanya  pembentukan pengurus PANNA Kabupaten Garut. “Selamat kepada pengurus DPD PANNA yang baru saja terbentuk. Inisiatif pembentukan organisasi anti narkoba tingkat kabupaten ini memang perlu kita dukung dan kembangkan. Garut bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam hal penanganan narkoba,” tegas Dedi.

Di samping organisasi serupa yang sudah ada, kata Dedi, namun PANNA ini merupakan sebuah bentuk terobosan dalam penanganan serta pencegahan narkoba. Dengan dibentuknya DPD PANNA Kabupaten Garut,  merasa sangat senang sekali karena tugas PANNA sejalan dengan BNN dalam rangka menjalankan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Diharapkan DPD PANNA Kabupaten Garut bisa menjalin komunikasi yang baik dengan BNNK Kabupaten Garut dan bisa menjadi mitra guna mewujudkan Garut bersih dari narkoba,” tandas Dedi.

(Penulis: Engkus/Editor: Mbayak Ginting)