Densus 88 Tangkap Rekan Bomber Kampung Melayu di Garut
Senin, 29 Mei 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 113 kali
Istri HR

GARUT,  Medikomonline.com – Salah seorang rekan pelaku bom (bomber) di Kampung Melayu Jakarta Timur berinisial HR yang beralamat di Kampung Paledang RT 01/13 Kelurahan Sucikaler Kecamatan Karang Pawitan Kabupaten Garut diamankan di rumahnya oleh Detasemen Khusus (Densus) Anti Teroris 88, Jumat (26 /5/2017).

   Agus Sopandi, orangtua HR, ditemui di rumahnya mengatakan, tadi merasa kaget karena proses penangkapan anaknya dilakukan secara mendadak. Dengan raut muka yang masih menunjukkan kekagetan atas penangkapan anaknya, Agus menjelaskan tidak ada pemberitahuan dulu termasuk dari ketua RT dan RW setempat.

   Selain HR, anggota kelurga lainnya yang ikut digiring antara lain berinisial I yang merupakan istri dari HR dan anaknya yang masih berusia dua bulan. Karena keterangan HR dibutuhkan petugas dalam kaitannya sebagai adik ipar dari Ahmad Sukri, salah seorang terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur.

   Agus menyatakan hingga kini belum mengetahui alasan penangkapan anaknya yang berprofesi sehari-harinya sebagai tukang jahit di rumahnya. “Sekarang sudah dibawa petugas (densus),” ungkap Agus.

   Iwan Ridwan, salah satu petugas anggota Koramil 1102 Karangpawitan, Garut menambahkan, berdasarkan laporan pemberitahuan yang masuk melalui Muspika Kecamatan Karangpawitan, H ditangkap sekitar pukul 08.00 pagi tadi. “Setelah itu kami koordinasi dengan ketua RT untuk memastikan lokasi rumahnya,” kata dia.

   Dalam penangkapan tadi, selain H dan I selaku istri serta anaknya yang masih bayi, diamankam pula beberapa berkas dan dokumen. “Soal isinya saya belum tahu karena sudah diamankan polisi. Untuk selanjutnya rumah No 38 berwarna biru itu dipasangi police line, sementara ketiga orang yang dibawa, dilakukan penahanan di Polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya

   Serangan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu lalu cukup mengagetkan banyak pihak. Kejadian yang berlangsung di tengah kepadatan warga saat pulang kerja pada pukul 21.00 WIB itu terjadi dalam dua kali ledakan.

Akhirnya, lima orang meninggal dunia di  tempat kejadian, tiga orang di antaranya merupakan anggota polisi yang tengah bertugas, sementara dua pelaku lainnya merupakan pelaku bom bunuh diri, sedangkan 11 orang lainnya yang merupakan warga sipil yang berada di dekat lokasi kejadian, mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan.

(Penulis: Engkus)