Dinas PUPR Bekasi Tak Respons Jalan Ambrol
Kamis, 27 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 130 kali
Jalan Kampung Jegang Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi yang ambrol lagi(Manah Sudarsih/Medikom)

BEKASI, Medikomonline - Jalan Kampung Jegang Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu setelah diturap dan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bekasi pada Desember tahun 2016 lalu malah kembali amblas. Berarti Dinas PUPR tak serius dalam pelaksanaan perbaikan dan penurapan jalan tersebut, dan diduga asal jadi.

Jika tidak diperbaiki segera jalan Kampung Jegang yang amblas itu akan mengganggu aktifitas warga Bojongmangu dan membahayakan para pengendara.

Menurut Kepala Desa Bojongmangu Ibut Jari, kejadian ambrolnya kembali jalan di Kampung Jegang selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, juga pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan Dinas PUPR tidak maksimal dan asal jadi. Dan kurangnya pengawasan dari pihak Dinas PUPR dan Konsultan.

"Jika ingin membangun Jalan lingkungan dan juga turap harus dilihat terlebih dahulu struktur tanahnya, termasuk jalan yang longsor di Kampung Jegang tersebut, apalagi pemborongnya hanya mencari keuntungan semata. Sehingga hasilnya tidak maksimal," katanya pada Medikom di ruangannya, Jum'at (21/4).

Lanjutnya, jalan Kampung Jegang itu sangat dibutuhkan oleh warga Bojongmangu untuk transportasi dan perekonomian warga. "Tapi sampai saat ini belum juga diperbaiki, sehingga saya langsung melakukan pengurugan, dan sampai saat ini sudah 15 truk pengurugannya," paparnya.

Camat Bojongmangu Subarnas mengatakan, dirinya sudah menyampaikan kejadian jalan amblas kepada Dinas PUPR. Yang terpenting Dinas PUPR segera meresponnya dan langsung memperbaiki kembali jalan tersebut. “Kita tinggal tunggu responnya Dinas PUPR,” tandasnya.

Salah satu warga Bojongmangu Ujang menuturkan, daerah Bojongmangu saat musim hujan ini rawan longsor. Jadi semua warga harus waspada begitu juga para pengendara. "Tapi kepada Dinas terkait yang akan membangun Bojongmangu harus teliti, sebab kondisi tanahnya sangat labil," pungkasnya.

(penulis: Manah/Editor: Mbayak Ginting)