Diproses Data Pendukung Bakesbangpol DKI, Kejagung Terima Kronologi Dugaan Korupsi Dana Hibah TA-2016
Senin, 07 Agustus 2017 | 4 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 28 kali
Ratiyono, Primus Wawo, dan Entis Sutisna

JAKARTA, Medikomonline.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) belum lama ini menerima Kronologi Proses Pencairan Dana Hibah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016 yang penyerapannya diduga menyimpang.

Tata Usaha (TU) Kejagung Jaksa Latifah meminta data pendukung laporan agar dugaan korupsi dana hibah pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta diproses secepatnya. “Kronologi Proses Pencairan Dana Hibah FKDM Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016 dan Penyerapannya sangat diperlukan,” kata Latifah.

Jaksa Latifah mengatakan, dugaan korupsi ini pasti diproses karena sudah ada data pendukung. “Laporan tersebut sudah di meja Pak Jaksa Agung. Nanti tergantung Pak Jaksa Agung mau dioper ke mana,” jelas Jaksa Latifah SH, Kamis (3/8).

 

Proposal dan kronologi tertulis nama Ratiyono, Primus, dan Entis 

Di dalam Proposal dan Kronologi FKDM tertulis dan terlihat jelas tiga nama pejabat tinggi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta yaitu Ratiyono (Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta), Entis Sutisna (Sekretaris Bakesbangpol DKI Jakarta), Primus Wawo (Kepala Bidang Kewaspadaan Bakesbangpol DKI Jakarta).

“Bahwa pada Selasa, 29 November 2016 digelar pertemuan seluruh anggota FKDM. Pertemuan tersebut menyepakati adanya potongan 30 persen dari setiap mata anggaran kegiatan, adapun 10 persen peruntukan pajak, dan 20 persen untuk pembuatan SPJ yang akan dibantu oleh pihak Bakesbangpol DKI Jakarta. Peserta rapat tersebut dipaksa untuk menyetujui potongan 30 persen anggaran untuk setiap kegiatan”. Itu tertulis dan terlihat jelas di Proposal dan Kronologi FKDM yang diterima Jaksa Latifah.

Pencairan dana hibah ini dilakukan dua termin. Pertama pada tanggal 22 Desember 2016 sejumlah Rp1,5 miliar. Termin kedua pada tanggal 23 Desember 2016 sejumlah Rp800 juta.

(Penulis: slamet supriyadi/Editor: Mbayak Ginting)