FKUB Kabupaten Bekasi: Usut Teror Bom hingga ke Akar-akarnya
Rabu, 16 Mei 2018 | 11 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 105 kali
Ketua FKUB Kabupaten Bekasi KH Sulaiman Zachawerus, saat memberikan pernyataan sikap.

BEKASI, Medikomonline.com – Berkenaan dengan terjadinya serangan teroris terhadap para petugas kepolisian di Rutan Mako Brimob Depok pada Selasa, 8 Mei 2018, tiga gereja di Surabaya dan ledakan bom di Rusunawa, Jalan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu, 13 Mei, serta serangan ke Mapolrestabes Surabaya pada Senin, 14 Mei 2018, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi mengutuk keras tidakan tersebut.

“Aksi terorisme sangat bertentangan dengan ajaran agama apapun yang berada di Indonesia, terlebih ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam),” demikian pernyataan sikap FKUB Kabupaten Bekasi, yang disampaikan ke Medikomonline, Kamis (16/5/18).

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, KH Sulaiman Zachawerus dan H Mubarok Nuri itu, FKUB Kabupaten Bekasi menegaskan, atas tindakan yang sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan itu, serta mengakibatkan jatuhnya puluhan korban, FKUB Kabupaten Bekasi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, teriring doa kepada para keluarga korban semoga diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT.

Sekaitan serangan teroris di Mako Brimob Depok dan di Surabaya tersebut, FKUB Kabupaten Bekasi dengan ini menyatakan sikap; Pertama, menolak aksi kekerasan dan terorisme dengan mengatas-namakan agama.

Kedua, siap mendukung dan membantu aparat dalam pencegahan, penegakan keamanan dan ketertiban terkait penanggulangan bahaya terorisme.

Ketiga, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Bekasi, untuk terus membangun kebersamaan dan meningkatkan kerukunan antar-umat beragama yang harmonis.

Keempat, mendesak aparat penegak hukum untuk terus mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku teror serta pihak terkait yang membantu dan mendukung tindakan terorisme hingga keakar-akarnya.

“Jangan biarkan kita Bangsa Indonesia dicederai dan dijajah kembali oleh kepentingan kelompok tertentu yang ingin memecah-belah bangsa,” ujar KH Sulaiman Zachawerus. 

(Penulis: Dun/Editor: Mbayak Ginting)