Medikomonline.com - Kegiatan pembangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Warudoyong Kota Sukabumi tidak ada plang proyek. Medikomonline.com menelusuri" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Galang Dana Pembangunan Ratusan Juta dari Orang Tua Siswa, Kepala Sekolah MTs Negeri Warudoyong Diduga Kangkangi Kewenangan Komite
Senin, 20 Agustus 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 3536 kali
Kegiatan pembangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Warudoyong Kota Sukabumi. (Foto: Medikomonline)

SUKABUMI, Medikomonline.com - Kegiatan pembangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Warudoyong Kota Sukabumi tidak ada plang proyek. Medikomonline.com menelusuri informasi terkait sumber dana yang digunakan untuk pembangunan di MTs Negeri  Warudoyong Kota Sukabumi tersebut.

Hasil pantauan dan informasi yang dihimpun, sumber dana pembangunan MTs tersebut merupakan hasil swadaya dari masyarakat orang tua murid. Besaran dana yang digalang dari tiap-tiap orang tua siswa yakni sebesar Rp1.500.000. Jumlah siswa MTs Negeri Warudoyong  lebih dari 240 siswa.

Pihak sekolah saat dikonfirmasi terkait pembangunan tersebut pada hari Kamis (08/08/2018), Kepala Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi menjelaskan kepada wartawan, pembangunan ini memang program sekolah, namun untuk segala hal dalam proses pembangunan sepenuhnya di laksanakan oleh Komite MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi.

Dijelaskan Kepala Sekolah, program pembangunan dengan sumber dana dari masyarakat tersebut  dilaksanakan untuk ruangan komputer sebagai penunjang belajar anak, mengingat  ruangan tersebut penting untuk dimiliki MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi.

Namun karena kemampuan sekolah terbatas, katanya, “Program pembangunan tersebut kami serahkan kepada Komite untuk disosialisasikan kepada para orangtua siswa. Jadi yang melaksanakan semuanya, dari mulai sosialisasi, penggalangan dana hingga belanja bahan bangunan, termasuk pelaksanaan pembangunannya pun itu komite sekolah yang melaksanakan.”

Untuk informasi lebih yang jelas, Kepala Sekolah mempersilahkan Medikomonline untuk menemui saja komite sekolah. "Boleh di rumahnya atau boleh janjian di rumah makan mungkin, silahkan saja," imbuhnya.

Namun ketika wartawan meminta kepada Kepala Sekolah agar dipertemukan dengan komite sekolah di lingkungan MTs Negeri Warudoyong, Kepala Sekolah mengatakan komite tidak setiap saat mengontrol berlangsungnya proses pembangunan. “Karena dia punya konsultan, bahkan komite memilih yang sudah terbiasa menjadi konsultan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN)," akunya. 

H Eka, Komite Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros Kota Sukabumi, menjelaskan, komite merupakan kepanjangan tangan dari orang tua murid atau sebagai jembatan penyambung antara orang tua murid dengan sekolah.

Berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan tersebut, lanjut Eka, memang Komite Sekolah yang menyosialisasikan. Namun untuk pemaparan tentang program pembangunan itu disampaikan langsung oleh kepala sekolah pada kegiatan rapat dengan para orang tua. 

Dalam program pembangunan tersebut, kata Eka, tentu komite sekolah memiliki beban tanggung jawab yang cukup besar terhadap para orang tua murid, karena secara garis besar komite merupakan ujung tombaknya orang tua.

“Manakala dalam proses realisasi pemanfaatan uang hibah yang digalang dari masyarakat tersebut tidak sesuai dengan yang menjadi harapan mereka, para orang tua murid tersebut sudah pasti akan meminta pertanggungjawaban kepada komite terlebih dahulu, bukan kepada pihak sekolah,” bebebernya.

Soalnya, lanjut Eka, pihak komite sekolah yang menyosialisasikan program pembangunan termasuk melakukan musyawarah kesepakatan dengan seluruh para orang tua murid, sehingga melahirkan nominal yang yang disepakati sebesar Rp1.500.000,- itu dilakukan sekolah melalui komite.

Namun dalam pelaksanaan pembangunannya tambah Eka, justru komite sekolah tidak terlalu banyak dilibatkan oleh Kepala Sekolah. 

Masyarakat, khususnya para orang tua murid harus tahu, bahwa yang melaksanakan pembangunan itu hampir sepenuhnya di laksanakan oleh kepala sekolah. Komite hanya mendapatkan laporan manakala ada yang perlu dilakukan pembayaran. Jadi secara garis besar untuk proses pemesanan bahan-bahan matrial, dari mulai pengadaan pasir, besi dan bahan-bahan lainnya itu dilakukan oleh kepala sekolah, termasuk konsultan dan tenaga kerja juga kepala sekolah yang menentukan.

"Jadi kalau komite sekolah dikatakan pelaksana pembangunan sepenuhnya berikut penunjukkan konsultan, seperti yang dikatakan kepala sekolah, jelas saya menduga kepala sekolah sedang berupaya melakukan kebohongan publik,” tandas H Eka di hadapan awak media.

Hal senada juga  diutarakan oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan Prasarana MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi. "Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut sebetulnya saya sudah mengajukan untuk mengundurkan diri dari bidang sarana prasarana, namun kepala sekolah meminta saya untuk tetap di bidang tersebut. Keterlebitan saya sebagai Wakasek Bidang Sarana Prasarana dalam pembangunan ini, hanya terlibat seolah-olah menjadi mandor saja sesuai dengan yang diperintahkan kepala sekolah,” ungkapnya.

"Apa-apa saja yang dibutuhkan atau ada kekurangan material catat dan laporankan ke saya,” kata Wakasek Bidang Sarana, menirukan ucapan kepala sekolah saat memerintahkan kepadanya.

“Hanya sebatas itu kapasitas dan kewenangan saya sebagai Wakasek Bidang Sarana Prasarana. Jadi tidak dapat memberikan penjelasan informasi lain, karena saya tidak terlalu banyak dilibatkan. Bahkan yang melakukan pemesanan bahan material dan pembelian kebutuhan lainnya dalam pembangunan tersebut dilakukan langsung oleh kepala sekolah,” tandasnya.

Tidak adanya singkronisasi penjelasan yang didapat wartawan dari Kepala Sekolah dan Wakasek Bidang Sarana Prasarana serta dari Komite MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi, menyikapi hal tersebut Medikomonline mengonfirmasi ulang Kepala Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi. "Saya melaksanakan pembangunan ini sudah sesuai regulasi," kata Kepala Sekolah pada hari Rabu 15 Agustus 2018.

Begitu pun ketika dipertanyakan mengenai tidak dilibatkannya komite sekolah  sepenuhnya dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, Kepala Sekolah hanya mampu menjawab "sesuai regulasi".

Bahkan dari setiap  pertanyaan wartawan yang diajukan, kepala sekolah hanya mampu menjawab, "saya melaksanakan pembangunan sudah sesuai regulasi." Tidak ada penjelasan yang lebih rinci dari kepala sekolah tentang maksud sesuai dengan regulasi tersebut. 

 

(Penulis: Tim/Editor: Mbayak Ginting)