Gerakan Tanah Ancam Permukiman 505 Kepala Keluarga Warga Desa Cikadu
Kamis, 15 Maret 2018 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 268 kali
Warga Desa Cikadu hanya bisa menanggulangi retakan tanah dengan cara manual seperti menahan tanah dengan bambu. (foto: K Fauzi R/medikomonline.com)

BANDUNG BARAT, medikomonline.com – Retakan tanah terjadi di 7 RW Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dihuni sekitar 505 kepala keluarga (KK). Berdasarkan hasil pendataan desa, retakan tanah terparah ada di RW 07 Kampung Pasir Peundeuy yang dihuni sekitar 122 KK.

Beberapa rumah warga Kampung Pasir Peundeuy sudah ada yang terkena longsoran yang mengakibatkan kerusakan rumah warga. Kejadian gerakan tanah itu terjadi berbarengan dengan longsor di Gunung Bonjot yang lokasinya berada persis di depan lokasi keretakan tanah Cikadu. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Cikadu Ruhiyat Sugiarto kepada Medikom usai acara sosialisasi pascabencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Kamis ( 08;18

Usai acara sosialisasi pascabencana, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD KBB Poniman SSos MSi didampingi Kepala Desa Cikadu Ruhiyat Sugiarto SH dan para perangkat desa langsung menuju lokasi gerakan tanah yang tersebar di 7 RW yaitu RW 10, 07, 06, 13, 02, 12 dan 04. Kunjungan ini dilakukan Poniman setelah menerima laporan dari Kepala Desa Cikadu.

Dari hasil pantauan di lokasi, Poniman mengatakan,  ada beberapa rumah yang sudah terkena longsor dan kondisi rusak sedang serta beberapa rumah yang rawan terjadi longsor. Beberapa warga sudah mengungsi pada malam hari karena takut terjadi longsor. Ketika siang hari warga kembali ke rumah karena ada beberapa ternak yang harus dirawat.

Poniman menambahkan, kejadian retakan tanah ini diduga karena kondisi tanah perbukitan yang labil dan ditambah lagi minimnya saluran air  dari bukit yang masuk ke permukiman warga.

“Untuk sementara kita hanya bisa melakukan imbauan ke warga agar hati-hati kalo musim penghujan. Kita dari BPBD  akan melakukan koordinasi dengan pihak Geologi untuk mengetahui secara pasti kondisi tanah di Cikadu sebelum ada langkah dari BPBD,” kata Poniman.

Mengenai adanya usulan dari warga desa untuk relokasi, Poniman mengatakan, pihaknya akan melihat hasil dari Badan Geologi dan hasilnya nanti akan disampaikan ke pimpinan dan BNPB.

Sementara menurut Deden, salah satu warga yang terkena retakan tanah, upaya warga saat ini hanya bisa menanggulangi retakan tanah dengan cara manual seperti menahan tanah dengan bambu.

(Penulis: K Fauzi R/Editor: Mbayak Ginting)