Kapolres Cirebon Diduga Salahgunakan Wewenang, Somasi Akan Laporkan Penggunaan Mobil Dinas Polres Untuk Proyek ke Kadiv Propam Polri
Jumat, 02 Februari 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 190 kali
(Foto kiri) Penggunaan mobil dinas Polres Cirebon dalam proyek pembangunan ruko dan perumahan. (Foto kanan) Ketua Umum DPP LSM Somasi Golden S SH

BANDUNG, Medikomonline.com LSM Somasi menduga Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra melakukan penyalahgunaan wewenang dengan cara menggunakan mobil dinas Polres Cirebon dalam proyek pembangunan ruko dan perumahan di Blok Bongkaran, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Untuk itu kata Ketua Umum DPP LSM Somasi Golden S SH kepada Medikomonline.com di Bandung, Jumat (2/2/2018), LSM Somasi akan melaporkan indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kapolres Cirebon kepada Kepala Divis (Kadiv) Propam Mabes Polri.

Ditambahkan Golden yang dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah, Surat Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon memberikan Ijin Pemakaian Tanah di Blok Bongkaran, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon kepada seseorang berinisial DL yang digunakan untuk proyek pembangunan ruko dan perumahan. “Saudari DL ini adalah istri dari Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra,” tegas Golden dan Sekjen DPP LSM Somasi Prandinata SH.

Dijelaskan Ketua Umum Somasi ini, proyek pembangunan ruko dan perumahan di Blok Bongkaran, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon ini sama sekali tidak berhubungan dengan proyek pembangunan institusi kepolisian.

Oleh karena itu kata Golden, penggunaan mobil dinas Polres Cirebon di dalam proyek pembangunan  ruko dan perumahan milik DL oleh Kapolres Cirebon diduga ada indikasi penyalahgunaan wewenang dan diduga telah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia.

“Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia, keberadaan mobil dinas Polres Cirebon di proyek tersebut merupakan suatu perbuatan yang menyalahi aturan. Kami mohon kepada Kepala Divis Propam Mabes Polri agar dilakukan pengawasan dan penelitian. Kami percaya Kepolisian Republik Indonesia senantiasa bersikap dan bertindak pada prinsip-prinsip professional dan akuntabilitas,” ujar Golden yang juga seorang advokat ini.

Ia menjelaskan, dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia  menjelaskan, anggota Polri dapat memiliki atau menjalankan usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun kata Golden lagi, dalam Pasal 3 Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2017 tentang Usaha Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia menjelaskan, anggota Polri dalam menjalankan usaha tidak: mengganggu tugas pokok, memanfaatkan jabatan atau kedudukan sebagai anggota Polri, menggunakan fasilitas dinas.

Terkait penggunaan mobil dinas Polres Cirebon dalam proyek pembangunan ruko dan perumahan di Blok Bongkaran, Kelurahan Kenanga yang dikonfirmasi Medikomonline.com kepada Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra, ia membenarkan adanya penggunaan mobil dinas tersebut. Namun kata Risto, mobil dinas Polres Cirebon ini digunakan untuk membuang sisa batu bekas, sisa renovasi Polres Cirebon ke lokasi proyek tersebut.

“Kendaraan itu juga kendaraan logistik Polres (Cirebon-red) yang memang fungsinya untuk angkut dan buang sampah. Sampeyan boleh lihat mobilnya. Sebagian sisa puing juga masih ada di belakang Polres yang belum dibuang,” ujar Kapolres Cirebon kepada Medikomonline.com melalui telepon selulernya, Jumat (2/2/2018).

Kapolres Cirebon ini juga membantah penggunaan mobil dinas Polres Cirebon untuk mengangkut sisa batu bekas ke lokasi proyek pembangunan ruko/perumahan, ada hubungannya dengan pengusaha DL selaku pengusaha proyek pembangunan ruko/perumahan dan pemegang Ijin Pemakaian Tanah. “Ya ga ada hubungan, buang puing kan susah. Cari yang mau nampung saja,” kata Risto kepada Medikomonline.com.

Risto juga membantah adanya konflik kepentingan dalam penggunaan mobil dinas Polres Cirebon di lokasi proyek pembangunan ruko dan perumahan milik DL yang menurut Ketua Umum Somasi adalah istri Kapolres Cirebon.

“Enggak dong. Justru lokasi (proyek-red) Ibu Deppi membantu Polres (Cirebon-red), menerima buangan puing bekas bangunan renovsi di Polres. Berpikirnya jangan dibalik dong. Wong buang puing itu susah, tidak boleh sembarangan tempat. Orang mau bantu kok dibalik-balik cara pandangnya,” ujar Kapolres mengakhiri percakapan dengan Medikomonline.com

(Penulis: IthinK)