Kasatpol PP, PNS Keluyuran di Mall Bakal Ditindak
Kamis, 16 Agustus 2018 | 3 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 58 kali
Satpol PP Kabupaten Bekasi melakukan pembongkaran terhadap pedagang kaki lima.

BEKASI, Medikomonline.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi mengagendakan beberapa kegiatan untuk penegakkan Perda di tahun 2018 ini.

Bahkan beberapa kegiatan penindakan yang dilakukan Satpol PP sudah dilakukan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2018.

Kasatpol PP Kabupaten Bekasi Hudaya menjelaskan, gerakan disiplin daerahsedang digalakkan. Para pelajar dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) disisir dari tempat keramaian, seperti mall, bioskop dan yang lainnya, termasuk di Situ Cibeurem (Tambun Selatan), banyak ditemukan pelajar yang bolos sekolah.

“Selanjutnya kami akan menertibkan disiplin pegawai (PNS) yang keluyuran pada saat jam kerja tanpa surat tugas dari pimpinan atau dinas. Adapun sasaran kami saat ini Mall Lippo Cikarang, SGC, bioskop, pemancingan dan titik keramaian lainnya,” beber Hudaya.

Hudaya menjanjikan setiap tahun akan rutin menegakkan disiplin. “Tahun depan kita akan cek di setiap kecamatan, kalau kita temukan ada pegawai yang tidak ada di tempat tanpa ada tugas, akan kita tindak dan dilaporkan ke Inspektorat, karena kami ikutsertakan Inspektorat dan BKD, Kami hanya melaksanakan penindakannya,” tukasnya.

Mengenai pengamanan Asian Games yang saat ini sedang berlangsung, Hudaya menjelaskan, Satpol PP menjalankan pengamanan di Stadion Wibawa Mukti yang digunakan untuk cabang olahraga sepak bola. “Pengamanan Asian Games juga sekarang sedang kita lakukan, ini lebih ke tanggungjawab kita sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Hudaya menambahkan, pada tahun ini Satpol PP Bekasi sudah menertibkan empat lokasi pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di Kabupaten Bekasi. “Kami sudah menertibkan empat lokasi PKL,” katanya, Kamis (16/8/18).

Bukan hanya PKL, Hudaya mengatakan, pada 2018 ini untuk penertiban bangunan liar (Bangli) dalam persiapan Satpol PP. Ada beberapa titik Bangli yang akan ditertibkan. Akan tetapi sampai saat ini pihak pengairan sebagai pemilik lahan belum memberikan surat permintaan penertiban.

“Kegiatan penertiban bangli sedang dalam persiapan semua, karena hampir seluruh bangli ini, lokasinya berada di tanah milik pengairan,” katanya.

Menurut Hudaya, dalam waktu dekat Satpol PP juga akan melaksanakan penindakan tempat hiburan malam (THM) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada. “Yang paling besar (penertiban) adalah penyegelan pelanggar Perda 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan,” ujarnya.

Selama ini, kata Hudaya, Satpol PP juga melaksanakan penindakan rutin, seperti penertiban tindak asusila yang sudah berkali-kali dilakukan dan penertiban gelandangan serta pengemis.

“Saat bulan ramadhan lalu, kami membawa 29 wanita PSK dari beberapa titik, mulai dari Kali Malang sampai perbatasan Karawang. Semuanya kita kirim ke panti sosial untuk diadakan pembinaan,” jelasnya.

(Penulis: Dun/Editor: Mbayak Ginting)