A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Kejati Jabar Terima Laporan Dugaan Korupsi Jalan Selajambe-Cibogo-Cibeet, Siapa Pejabat Bina Marga Jabar Yang Terseret 
Kamis, 19 Oktober 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Kasi Penkum Kejati Jabar Raymond Ali menerima berkas laporan dugaan korupsi Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet dari Ketua Umum ARM  Furqon Mujahid didampingi Korda Jabar Dedi di Kejati Jabar. (foto: Medikom)   

BANDUNG, Medikomonline.comPengurangan volume aspal dalam proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet diduga menjadi salah satu modus dugaan korupsi oleh oknum pejabat Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan (BPJ WP) I – Dinas Bina Marga Penataan Ruang Jabar dan pelaksana proyek PT Anten Asri Perkasa. Hasilnya, kerusakan jalan banyak terjadi berupa retakan pada badan jalan tersebut. Meskipun kerusakan jalan terjadi, anehnya BPJ WP I dibawah kepemimpinan Yongga Bhakti membiarkan kontraktor PT Anten Asri Perkasa tidak melakukan pemeliharaan jalan yang masih menjadi tanggung jawab  kontraktor selama satu tahun.

Sejumlah indikasi penyimpangan pada proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet tahun anggaran 2016 ini menjadi dasar para aktivis anti korupsi Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) melaporkan dugaan korupsi Proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet (Lewat Jl. Baru) (5 Km) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. “Berkas laporan dugaan korupsi ini diterima oleh Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Jabar Raymond Ali,” kata Ketua Umum ARM  Furqon Mujahid yang didampingi Korda ARM Tasikmalaya Dedi kepada Medikom di Bandung, Kamis (19/10/2017).

Mujahid menjelaskan, seluruh jajaran aktivis ARM sangat mendukung para penegak hokum di Kejati Jabar untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet yang menghabiskan anggaran APBD Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar sejumlah nilai Rp17,1 milyar. “Kita akan lihat siapa pejabat Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I yang akan terseret dalam kasus hukum dugaan korupsi ini,” ujar Mujahid.

Ditambahkan Mujahid, dalam proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet ini kontraktor PT Anten Asri Perkasa melakukan pengurangan volume pekerjaan Aspal Laston – Lapis Aus (AC-WC) sebanyak 171,41 m?3; dan pengurangan volume pekerjaan Aspal Laston – Lapis Antara (AC BC) Levelling sebanyak 31,80 ton. “Parahnya lagi,  meskipun volume aspal dikurangi oleh kontraktor, tapi Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I tetap membayar pekerjaan aspal yang dikurangi kontraktor tersebut. Jadi indikasi korupsinya sangat jelas sekali,” katanya.   

Lanjut aktivis anti korupsi ini, Badan Pemeriksa Keuangan telah menemukan pengurangan volume aspal pada proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet. “Sejumlah pelanggaran hukum diduga telah terjadi pada Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet ini,” tegas Mujahid.

(Penulis: TIM)