Kepala Kejaksaan Negeri Kagum Terhadap Pembangunan di Purwakarta
Selasa, 27 Maret 2018 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 111 kali
Pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta di Bale Maya Datar. (foto: Ist/Hms Prw) 

PURWAKARTA, medikomonline.com - Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Syahpuan merasa kagum terhadap perkembangan pembangunan di Purwakarta. Hal itu terungkap dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta di Bale Maya Datar, Jum’at (23/3/2018) malam.

“Saya baru menginjakan kaki beberapa jam di Purwakarta. Tetapi saya jatuh cinta, saya kagum terhadap keindahan tata kotanya. Ini Taman Maya Datar juga indah sekali,” katanya.

Syahpuan menegaskan komitmennya di Purwakarta. Dia berterima kasih atas kinerja dari Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta sebelumnya, Enen Saribanon. Karena itu, hal positif akan dia pelihara dengan baik.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Plt Kajari Purwakarta. Saya dengar selama ini, Ibu Enen mampu membangun sinergi dan keharmonisan di Purwakarta. Hal-hal positif akan kita teruskan,” ujarnya

Sebelum bertugas di Purwakarta, Syahpuan merupakan Kepala Kejaksaan Negeri di Lampung dan Probolinggo. Dia menggantikan Enen Saribanon yang memasuki tugas fungsional sebagai Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Dalam pidato perpisahannya, Enen mengatakan agar kemajuan yang sudah ia lakukan di Purwakarta untuk lebih dikembangkan. Dia pun berharap, jika terdapat kekurangan dalam kinerja, agar tidak diikuti oleh Kajari yang baru.

“Kebaikan-kebaikan selama ini agar bisa terus dikembangkan menjadi lebih baik. Kalau terdapat kekurangan, mohon dikubur dalam-dalam. Ya, namanya juga manusia pasti banyak kekurangan,” katanya sambil terkekeh.

Sementara itu, Penjabat Bupati Purwakarta M Taufiq Budi Santoso mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta yang baru. Dia memandang sebuah pergantian kepemimpinan merupakan hal biasa.

“Selamat datang dan selamat bertugas di Purwakarta. Semoga bapak kerasan tinggal menjalankan tugas dan fungsi di Purwakarta. Pergantian kepemimpinan ini merupakan hal biasa,” katanya yang disambut lipatan tangan di dada oleh Syahpuan.

Menurut M Taufiq, seiring kebutuhan organisasi dalam melakukan penyegaran internal, pergantian kepemimpinan memang harus dilakukan. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran bahkan keniscayaan.

“Wajar dan niscaya, serta lumrah. Ini merupakan bentuk penyegaran organisasi. Mari kita membangun sinergi di Purwakarta,” pungkasnya.

(Penulis: Daup H-Dadang N-Hms/Editor: Mbayak Gintin)